
Kematian Kelasi Dua Ghofirul Kasyi pada Minggu (26/4) menuai pertanyaan dari pihak keluarga.
JawaPos.com - Kematian Kelasi Dua Ghofirul Kasyi pada Minggu (26/4) menuai pertanyaan dari pihak keluarga. Mahbub Madani, ayah prajurit TNI AL yang bertugas di KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 tersebut, merasa janggal dengan kepergian putranya. Dia lantas buka suara melalui media sosial (medsos). Mahbub curiga ada yang disembunyikan oleh Angkatan Laut.
Kecurigaan Mahbub dan keluarga semakin kuat setelah melihat langsung jenazah putranya pada Senin (27/4) dini hari. Jenazah Ghofirul tiba di kampung halamannya, Bangkalan, Madura. Saat peti dibuka oleh pihak keluarga untuk keperluan pemeriksaan wajah dan fisik, Mahbub menemukan banyak luka yang tidak konsisten penyebab kematian yang disebutkan, yakni bunuh diri.
”Yang pertama, saya sampai sekarang ingat, saya sempat foto, di sini lebam,” kata dia dalam keterangan yang diterima oleh awak media pada Senin (4/5).
Selain luka fisik, pihak keluarga juga mencurigai letak jerat tali pada leher korban yang berada pada bagian bawah, bukan di atas jakun seperti lazim ditemukan pada jenazah korban gantung diri. Selain itu, ada luka lebam yang tampak pada bagian dada, dahi, hingga lutut. Keluarga juga menyebut muncul pendarahan di daerah selangkangan.
Atas kecurigaan tersebut, TNI AL melalui Komando Armada (Koarmada) I memberikan penjelasan. Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa menyampaikan bahwa pihaknya sekali lagi turut berduka atas meninggalnya Ghofirul. Pihaknya mendoakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
Berkaitan dengan informasi yang disampaikan oleh pihak keluarga, Kolonel Ary menjelaskan, pihaknya sudah melihat dan memeriksa hasil Visum et Repertum resmi yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Mintohardjo Jakarta pada 26 April lalu. Dokumen itu menunjukkan tidak ditemukan lebam akibat kekerasan benda tumpul pada tubuh almarhum.
”Tidak ditemukan pendarahan pada area selangkangan sebagaimana informasi yang beredar. Pemeriksaan visum tersebut, juga dihadiri oleh pihak keluarga almarhum,” kata dia saat dikonfirmasi oleh awak media.
Menurut Ary, luka pada bagian leher merupakan luka tekan yang melingkar. Luka tersebut disertai pengelupasan kulit ari yang pola dan karakteristiknya secara medis identik dengan luka gantung. Karena itu, berdasar hasil pemeriksaan medis disimpulkan bahwa penyebab kematian Ghofirul adalah murni akibat gantung diri, bukan karena tindakan kekerasan.
”Almarhum telah dimakamkan di kampung halamannya secara militer pada tanggal 27 April 2026 di TPU Kemayoran, Bangkalan,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022