
Presiden Prabowo Subianto didampingi sejumlah pimpinan organisasi-organisasi buruh menyampaikan pidato sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, memberikan klarifikasi terkait adanya respon negatif dari sejumlah buruh mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam acara May Day di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5) lalu.
Dikatakan Andi Gani, dalam acara tersebut para buruh sebenarnya memberikan apresiasi saat program pertama kali dipaparkan. Namun, suasana berubah ketika muncul pertanyaan Prabowo mengenai kemanfaatan program tersebut.
"Ketika Presiden (Prabowo) menyampaikan program MBG, semua bertepuk tangan. Ketika pertanyaan kedua: 'MBG bermanfaat atau tidak?' banyak yang menjawab tidak," ujar Andi Gani di Jakarta, Senin (4/5).
Baca Juga:Gus Ipul Klarifikasi Tudingan Korupsi Sepatu Sekolah Rakyat Rp 700 Ribu: Itu Pemberian Khofifah!
Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut kepada para anggota, Bos serikat buruh itu menemukan alasan di balik jawaban tersebut. Dia menyebutkan bahwa faktor status pernikahan menjadi penyebab utama perbedaan respon di kalangan buruh.
"Nah, ketika kami sampaikan kepada anggota, 'kenapa kamu menjawab tidak?' karena memang mereka lajang dan belum menikah. Teman-teman bisa melihat video tersebut diulang-ulang, kami para pimpinan konfederasi melihat, 'oh ternyata sebagian besar lajang'. Yang tepuk tangan, yang sudah berkeluarga," jelasnya.
Andi Gani menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun dari gerakan buruh untuk mempermalukan Presiden Prabowo dalam acara tersebut. Ia justru menyatakan rasa terima kasih dan sayangnya kepada Presiden yang selalu memberikan perhatian kepada kaum buruh. Terlebih pada saat momen May Day.
"Kami sangat sayang kepada Presiden Prabowo yang sudah sangat memberikan perhatian. Bayangkan, dua kali May Day, dua kali beliau hadir. Dan pasti tahun depan pasti beliau hadir, saya sangat yakin," tegasnya.
Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak menyalahartikan jawaban spontan para buruh lajang tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah.
"Jadi janganlah kita mencampuradukkan sesuatu yang luar biasa kemarin lalu karena ada satu pernyataan dari Presiden yang dijawab tidak oleh buruh, langsung diambil sikap bahwa gerakan buruh menolak program Presiden," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022