
Kompetisi Luar Negeri – Indonesia BRICS Industrial Innovation Contest 2026. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia tengah mempercepat revolusi industri. Berbagai upaya dilakukan untuk mengejar target Indonesia Emas 2045. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menggelar Kompetisi Luar Negeri – Indonesia BRICS Industrial Innovation Contest 2026.
Acara yang digelar di Jakarta ini ditargetkan menjadi kerja sama inovasi antara Tiongkok dan Indonesia di bawah kerangka Kemitraan BRICS. Kompetisi ini merupakan praktisi ikonik dari partisipasi mendalam Indonesia dalam kerja sama BRICS yang mendorong keterhubungan antara inovasi lokal dengan sumber daya global.
Kompetisi tahun ini mengangkat tema “Inovasi dan Pengembangan BRICS : Mempercepat Revolusi Industri Baru”. Adapun kompetisi difokuskan pada empat bidang utama pengembangan di Indonesia, yaitu artificial intelligence, industri hijau, low altitude technology, dan elektronika energi.
Kompetisi ini menarik hampir 100 proyek dari Indonesia. Setelah penyaringan awal, 52 tim unggulan maju ketahapan presentasi langsung. Proyek - proyek pemenang akan langsung lolos ke final global di Xiamen, Tiongkok.
Baca Juga:Kunjungan Jaksa Agung ke Sulteng, Beri Semangat dan Tingkatkan Profesionalitas Insan Adhyaksa
Direktur Proyek Kerja Sama Penelitian Internasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ajeng Arum Sari mengatakan, lembaganya memiliki komitmen mendorong transformasi hasil penelitian lokal dan kerja sama internasional. Empat kategori kompetisi ini memiliki keselarasan dengan program BRIN.
"Melalui kompetisi ini diharapkan dapat menggali lebih banyak proyek penelitian lokal yang unggul, mendorong kerja sama penelitian antara Tiongkok dan Indonesia, dan mempercepat pengembangan inovasi Indonesia," kata Ajeng, Jumat (8/5).
Di tempat sama, Direktur Promosi Wilayah Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri (BKPM), Cahyo Purnomo menambahkan, Indonesia dalam tahap kunci untuk mempercepat revolusi industri baru. Oleh karena itu negara sangat membutuhkan teknologi dan konsep inovasi maju.
"Empat track kompetisi ini adalah bidang inti yang menjadi prioritas pengembangan Indonesia saat ini," ucapnya.
Ia berharap melalui kompetisi ini, dapat menggali lebih banyak proyek inovasi lokal yang unggul, sekaligus menarik lebih banyak teknologi dan investasi dari Tiongkok, bersama-sama mendorong peningkatan industri Indonesia.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
