
Ilustrasi Peluncuran satelit.
JawaPos.com - Dalam forum Asia Pacific Satelite Conferance (APSAT) 2026 di Jakarta pada 12-13 Mei 2026, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap rencana peluncuran 2 satelit pada awal 2027. Yakni satelit Nusantara Earth Observation (NEO-1) dan satelit Nusantara Equatorial IoT (NEI).
Atas rencana tersebut, Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) sebagai penyelenggara APSAT mendukung dan mendorong pengembangan industri satelit di Indonesia. Ketua Umum ASSI Risdianto Yuli Hermansyah menyampaikan bahwa perkembangan industri satelit saat ini sudah sangat pesat.
Menurut Risdianto, industri satelit sedang memasuki fase perkembangan yang menarik. Peran satelit kini semakin terintegrasi dengan berbagai lapisan infrastruktur digital lainnya. Termasuk untuk mendukung kebutuhan konektivitas yang kian beragam.
”Saat ini, peran satelit tidak hanya melengkapi infrastruktur terestrial, tetapi juga turut mendukung ketahanan jaringan dan keberlanjutan layanan digital nasional secara lebih luas,” kata Risdianto dalam keterangan resminya.
Di tengah perkembangan industri satelit, Risdianto menyatakan bahwa kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau dan populasi lebih dari 270 juta jiwa, memberi ruang yang luas dalam pemanfaatan teknologi satelit.
Risdianto menyatakan bahwa dengan pengalaman panjang industri satelit nasional dan ekosistem yang terus berkembang, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat kontribusi dalam industri satelit, khususnya industri satelit di kawasan Asia Pasifik
”Indonesia memiliki modal yang cukup baik, mulai dari kebutuhan pasar, sumber daya manusia, hingga pengalaman pelaku industri. Tugas kita bersama adalah bagaimana mengintegrasikan industri, riset, talenta, dan kebijakan dalam satu strategi yang berkelanjutan,” bebernya.
ASSI memandang, kehadiran beberapa pejabat seperti kepala BRIN, sekjen Kementerian Komdigi, dan kepala BPKN dalam APSAT 2026 mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor pada pengembangan dan penguatan riset, inovasi, harmonisasi regulasi dan kebijakan digital.
”Kita berada pada masa dimana setiap pemangku kepentingan memiliki peran yang sama pentingnya. Yang dibutuhkan adalah ruang dialog yang konstruktif, agar arah pengembangan industri satelit nasional dapat berjalan selaras dengan kebijakan publik, kebutuhan pasar, dan perkembangan teknologi global,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BRIN Arif Satria mengungkap rencana peluncuran satelit NEO-1 dan NEI awal tahun depan. Dia menyebut, kedua satelit itu dibuat untuk memperkuat pengamatan Bumi, pemantauan wilayah maritim, serta penyediaan layanan Internet of Things atau IoT di seluruh wilayah kepulauan di Indonesia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022