
Salah satu warga binaan sekaligus Koordinator Gereja Oikumene Terang Dunia Lapas Cibinong, Ferdy Sambo menyambut baik program praise and worship yang diselenggarakan oleh Lapas Cibinong Klas IIA.
JawaPos.com - Terpidana pembunuhan berencana, Ferdy Sambo, mendadak muncul di media sosial (medsos). Informasi yang beredar menyebut warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cibinong tersebut tengah menempuh studi S2. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) memastikan hal itu benar dan memfasilitasi Sambo untuk berkuliah dari dalam lapas.
Kasubdit Kerja Sama Ditjenpas Rika Aprianti menyampaikan bahwa setiap warga binaan punya hak untuk mendapatkan pendidikan. Itu tercantum dalam aturan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Persisnya pada Pasal 9 Huruf C. Lapas Cibinong menerapkan aturan tersebut kepada seluruh warga binaan yang ingin menempuh studi, salah satunya Sambo.
”Di Lapas Cibinong semua warga binaan diberi kesempatan yang sama untuk dapat melanjutkan pendidikan formal, seperti yang saat ini terus berjalan yaitu pendidikan kejar paket A, B dan C yang telah diikuti oleh 88 warga binaan sejak tahun 2024, sampai dengan perguruan tinggi,” kata Rika saat diwawancarai pada Rabu (13/5).
Rika menyebut, saat ini Lapas Cibinong telah bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia (STGGI). Mereka memberikan beasiswa S1 dan S2 Teologi bagi warga binaan nasrani. Sambo termasuk salah satu warga binaan yang berminat mengikuti program tersebut. Proses perkuliahan berlangsung secara online dari dalam lapas.
”Pihak Lapas Kelas IIA Cibinong telah menyampaikan bahwa pemberian hak pendidikan telah dilaksanakan secara terbuka, objektif, dan tanpa perlakuan khusus,” imbuhnya.
Semua warga binaan, kata Rika, punya hak dan kesempatan yang sama untuk mengikuti program pembinaan pendidikan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan. Tujuannya menyiapkan mereka saat kembali ke masyarakat kelak.
”Salah satu contoh lain adalah di Lapas Pemuda Tangerang, perkuliahan dari dalam kampus bukan hal baru. sejak tahun 2019 sampai saat ini, di Lapas Pemuda Tangerang telah diselenggarakan perkuliahan bagi warga binaan dengan nama kampus kehidupan,” jelasnya.
Menurut Rika, kerja sama dilakukan oleh Lapas Pemuda Tangerang dengan beberapa universitas. Bahkan di Lapas Pemuda Tangerang sudah ada puluhan sarjana yang menempuh pendidikan dari dalam lapas. Dia pun tegas menyatakan bahwa perkuliahan dari dalam lapas bukan hal baru. Sejak 2019, aktivitas itu sudah berlangsung.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
