Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Mei 2026 | 01.36 WIB

Jelang Hari Raya Waisak Pekan Depan, Ribuan Umat Buddha Gelar Hening Nusantara 

Ribuan umat Buddha di seluruh Indonesia melaksanakan kegiatan Hening Nusantara menjelang peringatan Hari Raya Waisak pekan depan. (Kemenag) - Image

Ribuan umat Buddha di seluruh Indonesia melaksanakan kegiatan Hening Nusantara menjelang peringatan Hari Raya Waisak pekan depan. (Kemenag)

JawaPos.com - Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 jatuh pada Minggu (31/5). Menjelang peringatan hari besar tersebut, ribuan umat Buddha menggelar Hening Nusantara. Acara yang berpusat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat (Jakpus).

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Buddha Kemenag Supriyadi, kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan umat Buddha di seluruh Indonesia. Total, sebanyak 3.000 turut serta. Tidak hanya berlangsung khidmat, acara tersebut kini tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

”Kegiatan doa bersama Hening Nusantara itu menjadi rangkaian menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE,” kata Supriyadi dalam keterangan resmi pada Jumat (22/5).

Acara tersebut berjalan dengan melibatkan Walubi dan Permabudhi. Setelah acara tersebut, nantinya puncak peringatan Waisak bakal berlangsung di Komplek Candi Borobudur. Menurut dia, kegiatan Hening Nusantara merupakan upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat melalui praktik hening, refleksi, dan penguatan nilai-nilai kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

”Berangkat dari dinamika kehidupan modern yang semakin cepat dan penuh tantangan,” ucap dia.

Hening Nusantara menghadirkan ruang bersama bagi masyarakat untuk sejenak berhenti dari berbagai aktivitas. Kegiatan itu juga dijadikan sebagai media untuk menenangkan batin serta membangun kesadaran diri melalui praktik hening. Bante Sri Pannavaro Mahathera menyampaikan, Hening Nusantara adalah momentum untuk menenangkan pikiran.

”Bagi kami pikiran itu adalah awal segala persoalan atau masalah umat manusia,” ujarnya.

Ketika pikiran bisa lebih tenang, lanjut Bante Sri Pannavaro, kotoran-kotoran pikiran bisa diendapkan. Itu membuka jalan menuju awal harmoni dan kedamaian. Kepada seluruh umat Buddha, dia pun menitipkan pesan. Diantaranya adalah lebih banyak melihat ke dalam diri sendiri. Dengan memperbanyak melihat ke dalam, akan ditemukan keteguhan.

”Sebaliknya kalau terlalu sibuk memberikan respons, termasuk berita-berita dari luar, maka tidak akan menemukan kedamaian,” pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore