
Sejumlah relawan bertemu dengan keluarganya saat mereka tiba di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/05/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Isak tangis, haru, hingga gemuruh takbir menyelimuti kedatangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam relawan Global Sumud Flotilla, di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5).
Kedatangan mereka disambut secara langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari. Mereka tiba di Tanah Air sekitar pukul 16.20 WIB, dengan membawa bendera Merah Putih kecil di tangannya dan mengenakan keffiyeh, syal khas Palestina, saat keluar dari pintu kedatangan.
Kesembilan WNI yang tiba itu empat di antaranya merupakan jurnalis nasional yakni, Thoudy Badai dan Bambang Noroyono (Jurnalis Republika), Andre Prasetyo Nugrono (Jurnalis TV Tempo), Rahendro Herubowo (mantan jurnalis Inews), serta lima aktivis kemanusiaan Andi Angga, Herman Budiyanto Sudarsono, Ronggo Wirasono, Asad Aras Muhammad, dan Hendro Prasetyo.
Baca Juga:Kenali 7 Bagian Daging Sapi Kurban Idul Adha Agar Masakan Rendang, Sop, dan Bakaran Sempurna
Kepulangan mereka ke Tanah Air mendapat sambutan hangat dari para keluarga yang telah menunggu.
Dalam kesempatan itu, Herman Budianto, menceritakan peristiwa yang dialaminya selama ditangkap dan ditahan oleh tentara Israel. Ia mengaku mendapat penyiksaan selama empat hari, dengan perlakuan yang sangat keji dari para tentara Israel.
"Kami menyampaikan bahwa penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh IOF itu nyata, sangat keji, sangat brutal, dari mulai proses penculikan sampai dengan proses yang panjang, sekitar empat hari melakukan penyiksaan-penyiksaan," kata Herman menceritakan kisahnya.
Relawan kemanusiaan asal Ponorogo, Jawa Timur, itu mengungkapkan banyak dari korban penyiksaan mengalami luka serius. Menurutnya, tentara Israel tidak memiliki rasa kemanusiaan, dengan tega menyiksa para tawanannya.
"Banyak sekali yang mengalami cedera-cedera berat, rusuk patah ada sekitar 40 orang, patah tangan, patah kaki, patah hidung, ada yang ditembak dan seterusnya," bebernya.
Ia pun merasa prihatin atas masifnya kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh tentara Israel kepada para relawan.
"Bahkan banyak juga kasus-kasus pelecehan seksual yang diterima, baik laki-laki maupun perempuan ketika proses yang panjang tersebut," ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022