
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan makna Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
JawaPos.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan peringatan Idul Adha 1447 Hijriah, tidak boleh dimaknai sebatas rutinitas ibadah tahunan. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi sarana memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
Haedar Nashir menyampaikan, Idul Adha setiap tahun dilaksanakan dan telah menjadi rutinitas ritual keagamaan bagi umat Islam, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia.
Menurut Haedar, makna Idul Adha tidak boleh berhenti pada seremoni lahiriah semata. Baik ibadah salat ied maupun kurban harus dipahami sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
"Idul Adha, baik ibadah salatnya maupun kurbannya, sejatinya tidak berhenti di formalitas mata. Hakikat dan tujuan utamanya ialah meraih ketakwaan,” kata Haedar Nashir dalam keterangannya, Rabu (27/5).
Ia menjelaskan, aspek ritual Idul Adha secara formal relatif mudah dilakukan, mulai dari pelaksanaan salat ied hingga penyembelihan hewan kurban bagi umat Islam yang memiliki kemampuan secara ekonomi.
Sementara bagi masyarakat yang belum mampu berkurban, tidak ada kewajiban yang dibebankan dan justru dapat menerima pembagian daging kurban
Ia menuturkan, seluruh bentuk salat dalam Islam, termasuk salat Idul Adha, memiliki tujuan utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dari ibadah tersebut, seorang muslim diharapkan mampu menjadi pribadi yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.
“Ibadah salat apa pun jenisnya, termasuk salat Idul Adha, ialah mendekatkan diri kepada Allah dengan tujuan membentuk ketakwaan. Yakni menjadi pribadi yang selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhkan larangan-Nya, sehingga mendapatkan rida dan karunia Allah (yabtaghuna fadhlam minallahi wa ridhwana),” tegasnya.
Haedar juga menegaskan, ibadah kurban memiliki esensi yang sama, yakni membentuk pribadi bertakwa. Menurutnya, nilai utama kurban bukan terletak pada banyaknya hewan yang disembelih, melainkan keikhlasan dan ketundukan kepada Allah SWT.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022