
Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat berbincang dengan awak media di Jakarta. (Biro Infohan Setjen Kemhan)
JawaPos.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menepis sorotan dari Koalisi Masyarakat Sipil terkait mobilisasi 500 Komcad Aparatur Sipil Negara (ASN) bersamaan dengan aksi demo mahasiswa di Jakarta pada Jumat (12/6). Kemhan menegaskan, Apel Siaga Komcad ASN tidak berkaitan dengan demo mahasiswa.
”Perlu kami tegaskan bahwa Apel Siaga Komcad ASN yang dilaksanakan kemarin merupakan bagian dari uji kesiapsiagaan dan pembinaan rutin pasca pelatihan bagi anggota Komponen Cadangan ASN,” ucap Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi pada Sabtu (13/6).
Rico menjelaskan bahwa Apel Siaga Komcad ASN sudah direncanakan sejak lama. Kegiatan itu tidak serta merta digelar kemarin. Tujuannya untuk memastikan kesiapan personel Komcad sesuai fungsi dan perannya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN).
Jenderal bintang satu TNI AD itu juga menegaskan, Apel Siaga Komcad ASN di Kemhan kemarin tidak terkait dengan aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung pada hari yang sama. Buktinya, tidak ada satu pun personel Komcad ASN di lokasi demo.
”Faktanya kemarin di lapangan, tidak ada personel Komcad ASN yang diterjunkan untuk melaksanakan pengamanan aksi demonstrasi maupun tugas-tugas ketertiban umum yang menjadi kewenangan instansi lain sesuai peraturan perundang-undangan,” tegasnya.
Dalam keterangan sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil menyoroti mobilisasi Komcad ASN oleh Kemhan. Mereka menilai langkah tersebut tidak perlu dilakukan. Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M. Isnur bahkan menyebut langkah tersebut ilegal.
Isnur mengatakan langkah itu menimbulkan masalah serius mengenai arah dan tujuan penggunaan Komcad. Dalam sistem pertahanan negara, Komcad dibentuk sebagai sumber daya yang memperkuat komponen utama menghadapi ancaman pertahanan negara.
”Karena itu, penggunaan Komcad harus dilakukan secara hati-hati, proporsional, akuntabel, dan berdasarkan parameter ancaman yang jelas,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022