
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Bakom RI)
JawaPos.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memaparkan langkah pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan publik setelah gelombang demonstrasi mahasiswa yang terjadi beberapa waktu terakhir. Menurutnya, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mempererat kerja sama guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Prasetyo menyebut, pemerintah dalam satu hingga dua pekan terakhir fokus mengambil berbagai kebijakan strategis yang diharapkan mampu memperkuat kondisi ekonomi nasional dan membangun optimisme masyarakat maupun pelaku pasar.
"Terutama mengambil kebijakan-kebijakan yang kita berharap dapat memperkuat yang tadi disampaikan, memperkuat mata uang kita, memperkuat persepsi publik, memperkuat persepsi pasar," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6).
Ia menjelaskan, tingginya minat investor terhadap global bond Danantara menjadi salah satu indikator bahwa kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia masih terjaga dengan baik. Pemerintah pun menilai capaian tersebut patut disyukuri di tengah dinamika ekonomi global.
Dalam kesempatan itu, Prasetyo mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang sehat melalui deregulasi dan penyederhanaan perizinan.
"Berkenaan dengan masalah deregulasi yang berkali-kali Bapak Presiden menyampaikan bahwa kita harus terus berupaya untuk mempermudah perizinan-perizinan kita, supaya iklim investasi dapat berkembang, supaya ekosistem ekonomi kita juga dapat berkembang dengan jauh lebih kompetitif," ujarnya.
Prasetyo menekankan, Presiden Prabowo juga memberi perhatian khusus terhadap penguatan nilai tukar rupiah yang berkaitan erat dengan performa perdagangan luar negeri Indonesia, terutama sektor ekspor dan impor.
"Bapak Presiden tadi juga menekankan bahwa khususnya kepada Pak Rosan sebagai CEO Danantara dan sekaligus juga sebagai salah satu anggota dari Satgas Hilirisasi dan Industrialisasi, karena kalau kita berbicara penguatan mata uang, maka tidak bisa lepas juga dari performa ekspor dan impor kita," ucapnya.
Pemerintah, lanjut Prasetyo, terus mendorong program industrialisasi dan hilirisasi sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Ia menambahkan, hasil dari proses hilirisasi diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Dengan begitu, kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tinggi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022