
Kemhan menyampaikan penjelasan terkait sejumlah peserta latsarmil yang meninggal dunia sepekan belakangan. Total sudah 5 Persita kehilangan nyawa. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sejak awal Kementerian Pertahanan (Kemhan) membatasi aktivitas fisik bagi peserta latihan dasar militer (latsarmil) dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Aktivitas fisik hanya latihan peraturan baris berbaris atau PBB, senam, jalan kaki bersama, dan hormat militer.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menyampaikan bahwa pada tahap awal latsarmil, para peserta hanya menjalani pembinaan disiplin dan pembentukan karakter lewat pendidikan bela negara.
”Kegiatan-kegiatan fisik sesuai dengan yang sudah dilaksanakan itu adalah senam, kemudian jalan, PBB, dan PPM (Peraturan Penghormatan Militer). Belum ada kegiatan yang memang kegiatan fisik berat,” kata dia kepada awak media di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Sabtu (27/6).
Jenderal bintang dua TNI AD itu mengungkapkan bahwa seluruh tahap latsarmil sudah disusun sedemikian rupa dengan skema bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan. Selain fokus pada disiplin dan karakter, para peserta ditempa untuk andal dalam urusan manajerial.
"Manajerialnya secara paralel yaitu materi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang diampu oleh Kementerian Koperasi. Kemudian manajerial Kampung Nelayan Merah Putih yang diampu oleh Kementerian Kelautan," bebernya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah memberi tanda kepada para peserta yang butuh perhatian khusus.
"Untuk orang-orang tertentu itu kami beri tanda pita putih dengan harapan mereka sudah bisa kami tandai dan mencegah misalnya membutuhkan atensi khusus di bidang medis," jelasnya.
Rico menyebut, hal itu sebagai prosedur yang biasa dilakukan di berbagai lembaga pendidikan. Kondisi kesehatan para peserta juga rutin dicek ulang oleh pelatih setiap sebelum melaksanakan aktivitas. Tujuannya untuk memastikan kondisi para peserta benar-benar siap dan fit.
Atas meninggalnya 5 orang peserta dalam sepekan belakangan, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin turut memberi atensi. Sjafrie memerintahkan penyelenggara latsarmil menyesuaikan intensitas kegiatan berdasar pada kondisi masing-masing peserta.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022