
Pompanisasi menjadi salah satu strategi adaptasi perubahan iklim yang dijalankan Kementan untuk memastikan sumber air tetap dapat dimanfaatkan ketika curah hujan menurun. (Istimewa)
JawaPos.com – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat program pompanisasi sebagai langkah mitigasi utama menghadapi potensi fenomena El Nino pada 2026 yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berada pada kategori lemah hingga moderat.
Melalui percepatan penyaluran pompa air, rehabilitasi irigasi, dan optimalisasi sumber air, pemerintah berupaya memastikan petani tetap dapat menanam, menjaga produksi pangan nasional, serta mempertahankan target swasembada pangan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Kementan memilih melakukan langkah antisipatif sebelum dampak kekeringan meluas. Menurutnya, pengalaman menghadapi El Niño pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting bahwa mitigasi harus dilakukan sejak dini.
"Kita harus bergerak sebelum kekeringan meluas. Jangan sampai petani kehilangan musim tanam. Karena itu kami mempercepat berbagai langkah mitigasi, salah satunya melalui gerakan pompanisasi agar air tetap tersedia dan produksi pangan tetap aman," kata Amran, Jumat (3/6).
Amran menjelaskan, selain pompanisasi, pemerintah juga mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan, serta pemanfaatan teknologi pertanian untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
"Kita tidak boleh menunggu krisis terjadi. Prinsip kita adalah mitigasi dari hulu. Air harus tersedia, irigasi harus berfungsi, dan petani harus tetap bisa menanam. Dengan cara itu, produksi pangan nasional tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan iklim," ujarnya.
Menurut Amran, strategi mitigasi perubahan iklim menjadi semakin penting mengingat pemerintah tengah mempercepat pencapaian swasembada pangan. Berbagai intervensi diklaim telah dilakukan pemerintah selama ini telah menunjukkan hasil positif.
Baca Juga:Michael Olise Diprediksi Layak Jadi Peraih Ballon d’Or Berkat Performa Cemerlang di Piala Dunia
Hal tersebut terlihat dari meningkatnya produksi pangan nasional, cadangan beras pemerintah yang telah mencapai sekitar 5,1 juta ton atau tertinggi sepanjang sejarah, serta proyeksi Food and Agriculture Organization (FAO) yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan peningkatan produksi beras tertinggi di dunia pada 2025–2026.
Pompanisasi menjadi salah satu strategi adaptasi perubahan iklim yang dijalankan Kementan untuk memastikan sumber air tetap dapat dimanfaatkan ketika curah hujan menurun. Melalui pompa air, lahan yang berpotensi mengalami kekeringan tetap dapat diairi sehingga petani tidak kehilangan kesempatan tanam.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022