Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Juli 2026 | 02.24 WIB

Dino Patti Djalal Soroti Ketidakhadiran Delegasi Pemerintah RI pada Pemakaman Ayatollah Khamenei

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal/(Instagram @dinopattidjalal). - Image

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal/(Instagram @dinopattidjalal).

JawaPos.com - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal mengkritik sikap Pemerintah Indonesia yang dinilai tidak memenuhi undangan resmi dari Iran untuk menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei. Menurutnya, ketidakhadiran delegasi resmi Indonesia menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi arah diplomasi luar negeri yang menganut bebas aktif.

"Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah Indonesia tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal," kata Dino Patti Djalal, Minggu (5/7).

Ia mengaku memperoleh informasi bahwa pemerintah Iran telah berupaya mengundang Indonesia melalui berbagai jalur. Namun, upaya tersebut tidak memperoleh respons dari pemerintah Indonesia.

"Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah Indonesia tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita)," ungkap Dino.

Dino menyebut, hanya Duta Besar Republik Indonesia di Teheran yang hadir dalam prosesi tersebut. Menurutnya, kehadiran itu dipandang oleh pihak Iran belum mencerminkan representasi resmi pemerintah Indonesia.

Dino turut membandingkan sikap Indonesia dengan sejumlah negara lain yang mengirimkan delegasi resmi. Ia menyebut negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Pakistan, Kazakhstan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, dan Bangladesh mengirimkan utusan pada tingkat menteri, sementara Pakistan diwakili oleh presiden.

Ia pun menilai, absennya delegasi resmi Indonesia menjadi sorotan mengingat posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Ia menekankan, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai arah kebijakan diplomasi Indonesia.

"Apakah ini berarti polugri 'bebas aktif' kita mulai luntur krn Indonesia takut/sungkan thdp Amerika?" ujar Dino.

Ia kemudian mempertanyakan apakah faktor ketakutan telah memengaruhi kebijakan luar negeri Indonesia.

"Has 'FEAR' become a factor in Indonesian foreign policy? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan manajemen sistem politik luar negeri yang bermasalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan," tuturnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore