Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 19.17 WIB

Kepala BGN Sudaryono Prioritaskan MBG di Daerah dengan Stunting Tinggi

Murid bertugas membawa MBG Melintas di ruang kelas yang rusak di SD Negeri Sendangmulyo 03, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang) - Image

Murid bertugas membawa MBG Melintas di ruang kelas yang rusak di SD Negeri Sendangmulyo 03, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

JawaPos.com - Prioritas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan berubah, tak lagi sekadar mengejar pemerataan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pihaknya akan memprioritaskan pelaksanaan MBG di daerah dengan angka stunting tinggi. Itu menjadibagian  upaya mempercepat penanganan masalah gizi nasional.

Menurut Mas Dar, sapaan akrabnya, penentuan wilayah prioritas dilakukan berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan saat ini tengah disinkronkan oleh BGN.

"Sudah ada wilayahnya, provinsi mana, kabupaten mana, kecamatan mana, hingga desanya. Saat ini data tersebut sedang kami sinkronkan sehingga daerah yang menjadi prioritas dapat segera kami fokuskan. Terutama wilayah yang memiliki angka stunting tinggi," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (31/7).

Dia menjelaskan bahwa fokus penanganan tidak hanya mencakup wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), tetapi juga daerah lain yang memiliki prevalensi stunting tinggi.

Ia menyebut, selain Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT), ada sejumlah kabupaten di Sumatra dan Jawa yang juga memiliki angka stunting cukup tinggi. sehingga memerlukan intervensi gizi secara cepat melalui Program MBG.

"3T ini sama dengan angka stuntingnya tinggi. Enggak hanya di Papua, tapi juga di NTT, di beberapa wilayah yang lain termasuk. Ada beberapa temuan di beberapa kaupaten di Jawa, ada yang memang angka stuntingnya cukup tinggi," tambahnya.

BGN menargetkan program MBG dapat menjangkau wilayah yang paling membutuhkan agar intervensi gizi diberikan secara tepat sasaran.

Khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) di daerah dengan tingkat stunting tinggi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore