
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaporkan sejumlah capaian Polri kepada Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (1/7). (Polri)
Boni menjelaskan, setiap keputusan strategis pemerintah, terutama yang berkaitan dengan institusi penegak hukum, tidak hanya akan dinilai dari aspek hukum, tetapi juga dari bagaimana kebijakan tersebut dipersepsikan di ruang publik.
"Kita baru selesai dengan polemik soal kasus korupsi yang melibatkan mantan petinggi kejaksaan. Ada kelompok dalam masyarakat yang menilai itu bentuk konflik antarlembaga kepolisian dan kejaksaan meskipun penilaian itu tidak benar," kata Boni Hargens kepada wartawan, Kamis (6/8).
Menurut Boni, persoalan utama bukan terletak pada sah atau tidaknya pergantian Kapolri, melainkan potensi munculnya interpretasi politik yang dapat dimanfaatkan pihak-pihak yang berseberangan dengan pemerintah. Ia menilai kelompok oposisi dapat membangun narasi tertentu yang mengaitkan pergantian Kapolri dengan penanganan perkara korupsi.
"Kelompok oposisi dapat mengklaim bahwa pergantian Kapolri dilakukan karena Kapolri terlalu berani mengusut kasus korupsi yang melibatkan oknum dari Kejaksaan Agung, sebuah narasi yang menghubungkan keputusan administratif dengan dugaan intervensi terhadap penegakan hukum," ucap Boni.
Ia menyebut narasi semacam itu sebagai opini yang menyesatkan. Namun, menurutnya, dalam praktik politik, narasi yang tidak sesuai fakta tetap dapat memengaruhi persepsi publik apabila disebarkan secara masif dan menyasar kelompok masyarakat yang sejak awal memiliki kecurigaan terhadap pemerintah.
Boni menilai, isu pergantian Kapolri berpotensi merugikan dua pihak sekaligus, yakni Presiden Prabowo sebagai kepala pemerintahan dan institusi penegak hukum. Sebab, persepsi mengenai independensi aparat penegak hukum merupakan modal penting yang sulit dipulihkan apabila kepercayaan publik telah menurun.
Karena itu, Boni mengaku tidak menolak kemungkinan pergantian Kapolri. Namun, ia menyarankan agar Presiden menunda pembahasan isu tersebut hingga situasi politik lebih kondusif. Rekomendasi itu, kata dia, didasarkan pada konsep butterfly effect atau efek kupu-kupu.
"Saya tidak mengadvokasi penolakan permanen terhadap wacana pergantian Kapolri, melainkan menyarankan agar ide tersebut diabaikan sementara oleh presiden. Rekomendasi ini didasarkan pada konsep butterfly effect atau efek kupu-kupu, di mana satu keputusan kecil yang diambil dalam konteks yang kurang tepat dapat memicu serangkaian reaksi berantai yang dampaknya jauh melebihi perkiraan awal," tutur Boni.
Menurut Boni, kepemimpinan yang efektif tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengambil keputusan yang sah secara hukum, tetapi juga kecermatan membaca dinamika komunikasi politik serta memilih waktu yang paling tepat untuk bertindak.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
