
Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti secara otomatis ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan daris ebagai Gubernur Bank Indonesia. (Antara)
JawaPos.com - Pengajuan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa perempuan juga mampu mengemban jabatan penting di lingkungan bank sentral Indonesia.
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, Langkah tersebut dinilai positif karena menunjukkan tidak adanya preferensi gender tertentu dalam pemilihan pejabat tinggi Bank Indonesia.
“Justru bagus karena menunjukkan tidak ada preferensi gender tertentu dalam pemilihan pejabat tinggi Bank Indonesia. Jika memang capable, saya rasa tidak ada salahnya calon tunggal wanita untuk posisi gubernur BI,” ujar Nailul kepada JawaPos.com, Senin (10/8).
Nailul mengatakan, saat ini juga terdapat dua wanita Dewan Gubernur Bank Indonesia (DGBI). Adapun dua DGBI tersebut Adalah Aida S. Budiman, dan Filiangiinsih Hendarta.
Ia menilai Destry merupakan sosok yang dapat diterima oleh pasar maupun pemerintah. Selain memiliki pengalaman panjang di BI, Destry juga telah menduduki posisi Deputi Gubernur Senior (DGS) sehingga kapasitasnya dinilai tidak perlu diragukan.
“Secara kapasitas sudah tidak diragukan lagi. Penunjukan beliau juga sudah diprediksi karena secara kepakaran, senioritas, Bu Destry capable. Stabilitas nilai tukar menjadi tanggung jawab beliau. Langkahnya pun saya tidak jauh berbeda dari sebelumnya,” ujarnya.
Lanjutnya, dengan naiknya Destry menjadi Gubernur maka akan terdapat posisi DGS BI yang akan kosong. Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan sosok yang memiliki kapasitas dan latar belakang yang sesuai untuk mengisi posisi tersebut.
Nailul mengatakan, pengisian posisi DGS BI sebaiknya tidak didasarkan pada kepentingan politik. Ia juga menilai calon yang dipilih perlu memiliki latar belakang pendidikan yang relevan dengan tanggung jawab jabatan tersebut.
“Untuk posisi tersebut, jangan diambil dari tokoh politik atau mantan politikus yang penuh kepentingan. Harus ada latar pendidikan yang sesuai juga, bukan dari lulusan sejarah,” ungkapnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
