
Kecerian Lansia persiapan mengikuti Lomba memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Panti Werdha Pengayoman,Kota Semarang,Rabu(12/8/2026)
JawaPos.com – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, masyarakat diimbau menjaga suasana tetap damai serta memperkuat persatuan nasional. Imbauan tersebut disampaikan di tengah beredarnya informasi mengenai rencana peringatan satu tahun wafatnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan pada 28 Agustus 2026.
Masyarakat diimbau tragedi yang menewaskan Affan Kurniawan pada 28 Agustus 2025 tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu. Ia juga mengingatkan agar momentum tersebut tidak ditunggangi pihak yang berupaya menciptakan keresahan.
"Jangan sampai ada pihak yang ingin mengeksploitasi wafatnya Affan sebagai alat politik. Karena itu, momentum 17 Agustus 2026 jangan sampai diubah menjadi panggung untuk kepentingan politik sesaat, provokasi, atau agenda pihak-pihak yang ingin melihat Indonesia gaduh," kata Aktivis 98 Resolution Network, Wahab Talaohu kepada wartawan, Jumat (14/8).
Menurut Wahab, pihak keluarga Affan telah menyampaikan keberatan apabila wafatnya almarhum dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan politik. Ayah Affan, Zulkifli, juga disebut berharap agar tidak ada kegiatan yang dapat membuka ruang provokasi.
Keluarga, lanjut Wahab, lebih mengharapkan masyarakat memberikan ketenangan dan doa bagi almarhum dibandingkan menggelar kegiatan seremonial yang berpotensi disusupi narasi kebencian maupun hasutan.
Ia menilai, peringatan Hari Kemerdekaan seharusnya menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa kebangsaan. Simbol-simbol negara, seperti bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya mempererat persatuan.
Ia mengingatkan, berbagai persoalan yang masih dihadapi Indonesia tetap dapat diperjuangkan melalui jalur demokrasi dan penyampaian aspirasi secara konstruktif.
"Indonesia memang masih memiliki banyak pekerjaan rumah, tetapi semua itu harus diperjuangkan dengan data, argumentasi, dan mekanisme demokrasi, bukan dengan cara menciptakan kekacauan," tegasnya.
Terkait tragedi yang menimpa Affan, kata Wahab, pemerintah sejak awal telah menunjukkan empati dan komitmen dalam merespons persoalan tersebut. Karena itu, ia meminta semua pihak tidak menjadikan peristiwa tersebut sebagai alasan untuk memperkeruh situasi nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
