Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Agustus 2026 | 17.43 WIB

Jusuf Kalla Yakin Kerusuhan di Banda Aceh Bukan Cerminan Keinginan Mayoritas Rakyat

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) menanggapi kerusuhan yang terjadi di Banda Aceh bertepatan dengan peringatan 21 tahun perdamaian Aceh. Menurut dia, aksi tersebut tidak mencerminkan kehendak mayoritas masyarakat Aceh yang selama ini telah merasakan manfaat dari perdamaian pascapenandatanganan MoU Helsinki.

JK yang dikenal sebagai salah satu tokoh dalam proses perdamaian Aceh mengatakan, peringatan 21 tahun perdamaian Aceh pada 15 Agustus 2026 semestinya menjadi kesempatan untuk mengingat kembali keberhasilan penyelesaian konflik melalui jalur damai.

"Jadi, awalnya itu sebenarnya peringatan ke-21. Kebetulan MoU Helsinki itu ditandatangani pada tanggal 15 Agustus tahun 2005. Nah, ini sekarang sudah artinya 21 tahun. Diperingati dengan doa, dengan zikir di Masjid Baiturrahman," kata JK di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8).

Namun, rangkaian peringatan tersebut kemudian diwarnai aksi demonstrasi. JK menduga terdapat pihak tertentu yang memprovokasi massa sehingga kericuhan muncul saat kegiatan doa dan zikir berlangsung di Masjid Baiturrahman.

"Timbullah kemudian demo dan malah mengganti bendera itu ke bendera Merah Putih yang disebarkan karena juga dalam rangka peringatan 17 Agustus di sana," ungkapnya.

JK menilai persoalan yang terjadi lebih berkaitan dengan dinamika politik dan ketidakpuasan di tingkat internal Aceh. Ia tidak melihat aksi tersebut sebagai bentuk penolakan masyarakat Aceh terhadap pemerintah pusat.

"Ini adalah ekspresi antara ketidaksenangan dan juga keinginan yang masih ada kelompok-kelompok, walaupun kecil, tetapi dapat memprovokasi masyarakat di sana," ujarnya.

Menurut JK, situasi tersebut juga terjadi ketika sejumlah tokoh penting Aceh sedang tidak berada di Banda Aceh. Gubernur Aceh Muzakir Manaf disebut tengah berada di Kuala Lumpur untuk menjalani pengobatan, sedangkan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud berada di Penang untuk keperluan serupa.

"Jadi hampir tidak ada pimpinan yang berpengaruh berada di Banda Aceh pada saat ini. Hanya wakil gubernur dan tentu pihak kepolisian," beber JK.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore