
Mendagri meninjau lokasi terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, NTT. Kemendagri mendorong percepatan pendataan warga terdampak. (Kemendagri)
JawaPos.com - Untuk memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi di lokasi terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan cepat dan tepat sasaran, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong percepatan pendataan warga.
Hal itu ditekankan saat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA turun langsung ke lokasi terdampak gempa di Kabupaten Sikka pada Rabu (19/8). Menurut Tito, data korban terdampak di Posko Tanggap Darurat Sikka sudah menggambarkan kondisi di lapangan.
Data tersebut mencakup sebaran titik pengungsian, jumlah pengungsi, kondisi terkini masyarakat terdampak, bantuan yang masuk dan keluar, hingga kebutuhan warga di setiap desa dan kecamatan, termasuk wilayah kepulauan seperti Pulau Palue yang juga terdampak.
”Saya lihat datanya detail sekali ini dan bagus ya. Tersentralisir di sini. Artinya, manajemen untuk penanganan bencana sekali lagi cukup bagus di sini,” kata Tito dikutip dari keterangan resmi pada Kamis (20/8).
Dalam kesempatan yang sama, Tito meminta pemda untuk terus memperbarui data kerusakan secara berkala. Data mengenai kondisi rumah warga, bangunan pemerintah, sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, serta infrastruktur lainnya bakal menjadi dasar dalam mempersiapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
”Sambil kita melakukan pendataan-pendataan terus. Untuk persiapan rekonstruksi, rehabnya nanti. Pemerintah pusat pasti nggak tinggal diam. Kita keroyok semua (pekerjaan),” ujarnya.
Agar penanggulangan bencana berjalan dengan cepat, Dirjen Bina Adwil Safrizal mengingatkan pentingnya memastikan pendataan kerusakan dilakukan secara detail dan valid. Sebab, data itu akan menjadi dasar percepatan penyaluran bantuan sampai pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Untuk itu, Safrizal mendorong agar pendataan tersebut terus diperkuat. Menurut dia, pengalaman dalam penanganan berbagai bencana, termasuk bencana hidrometeorologi di Aceh, menunjukkan bahwa kecepatan dan ketepatan pendataan menjadi penting dalam menentukan percepatan penyaluran bantuan.
Safrizal menyampaikan bahwa pendataan tidak hanya berkaitan dengan jumlah warga terdampak, melainkan juga harus mencakup tingkat kerusakan rumah dan bangunan. Baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat. Semua data tersebut juga perlu dilengkapi dengan titik atau lokasi kerusakan secara jelas.
”Wilayah yang cepat pendataan, maka akan cepat juga bantuan disalurkan. Untuk itu bapak menteri dalam setiap dialog dengan penyintas gempa selalu mengingatkan pemerintah butuh data yang valid dan cepat yang dilakukan oleh kepala desa,” kata dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022