Kemenhaj dan maskapai Saudia Airlines meninjau kesiapan Bandara Internasional Dhoho sebagai calon embarkasi haji baru 2027. (Dokumentasi Radar Kediri)
JawaPos.com - Bandar Udara Internasional Dhoho di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, disiapkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI sebagai embarkasi haji baru pada tahun ibadah 2027 mendatang.
Manajemen Bandara Dhoho menyambut positif rencana pemerintah tersebut. Koordinasi intensif dengan Kemenhaj, maskapai, serta berbagai persiapan juga sudah dilakukan secara bertahap.
“Dari sisi infrastruktur, fasilitas, pelayanan, keamanan, Bandara Dhoho telah memiliki kesiapan yang diperlukan,” kata General Manager Bandara Dhoho, Rahmat Yoni Saputra, dikutip dari Jawa Pos Radar Kediri, Kamis (20/8).
Hal tersebut Rahmat katakan setelah Kemenhaj RI dan pihak maskapai Saudi Airlines melakukan kunjungan ke Bandara Internasional Dhoho. Mereka meninjau langsung kesiapan bandara untuk melayani keberangkatan jemaah haji.
Dalam visitasi tersebut, sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai fasilitas terminal, sisi udara, pelayanan dan pergerakan jemaah, keamanan, ground handling, katering, hingga koordinasi antarpemangku kepentingan.
Rahmat menambahkan, Saudia Airlines memberikan respons positif setelah melihat kondisi Bandara Dhoho. Fasilitas dinilai memadai untuk mendukung penerbangan haji pada 2027 mendatang.
"Visitasi juga dilakukan tidak hanya berfokus pada Bandara Dhoho, tetapi juga menyurvei aspek pendukung lainnya, seperti hotel dan akses menuju lokasi pelayanan jemaah," sambungnya.
Menurut Rahmat, visitasi tersebut menjadi momentum bagi manajemen Bandara Dhoho untuk mendapatkan masukan mengenai berbagai standar pelayanan yang perlu dipenuhi dalam mendukung penerbangan haji.
“Ke depan, kami tinggal melakukan penguatan dan penyempurnaan pada aspek-aspek teknis, sesuai hasil koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah RI, serta pihak terkait,” terang Rahmat.
Sebagai informasi, wacana embarkasi baru tanpa asrama di Kediri sebenarnya sudah santer terdengar sejak awal tahun 2026. Tujuannya untuk memecah kepadatan keberangkatan calon jemaah di embarkasi Surabaya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Menhaj RI, Mochamad Irfan Yusuf setelah menghadiri penutupan operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Asrama Haji Sukolilo pada 1 Juli lalu.
"Pertama, bandaranya (Dhoho) cukup dan sangat layak untuk penerbangan haji, terutama pesawat-pesawat besar. Yang kedua, untuk mengurangi beban Asrama Haji Surabaya dan Bandara Juanda yang sangat padat," tutur Irfan.
Embarkasi Surabaya merupakan salah satu embarkasi terpadat dalam penyelenggaraan haji. Pada 2025, Embarkasi Surabaya melayani 36.845 jemaah haji, yang terbagi dalam 97 kelompok terbang.
Sementara pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini (2026), dari total 528 kelompok terbang nasional, Embarkasi Surabaya menjadi titik keberangkatan kloter paling banyak, yakni sejumlah 116 kloter.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022