
Petugas dari tim gabungan berupaya memadamkan kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (19/8/2026). (BPBD Penajam Paser Utara)
JawaPos.com - Untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, pemerintah mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan oleh tim gabungan dari berbagai instansi.
”Pelaksanaannya tetap didukung pemadaman darat, patroli, deteksi dini, serta koordinasi lintas kementerian-lembaga dan pemerintah daerah,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Ristianto Pribadi dikutip Jumat (21/8).
Di Kalimantan Barat (Kalbar) OMC dilaksanakan pada 13-17 Agustus 2026 lewat Posko Pontianak. Dalam periode tersebut dilakukan 9 sorti penerbangan, dengan estimasi volume curah hujan di wilayah penyemaian mencapai 10,92 juta meter kubik.
Berdasar prakiraan cuaca terkini, peluang pelaksanaan OMC kembali terbuka pada 23–27 Agustus 2026. BMKG saat ini tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mengupayakan pelaksanaan OMC di Kalbar pada periode tersebut.
Sementara di Kalimantan Tengah (Kalteng), OMC sudah berlangsung dalam 2 tahap. Yakni 27 Juli-4 Agustus dan 11-15 Agustus 2026. Operasi tersebut mencakup 13 sorti penerbangan dengan estimasi volume curah hujan di wilayah penyemaian sekitar 4,8 juta meter kubik.
”Namun, hingga akhir Agustus 2026, kondisi cuaca di Kalimantan Tengah diprakirakan masih didominasi kondisi kering dengan pertumbuhan awan hujan yang terbatas,” jelas Ristianto.
Dengan kondisi tersebut, peluang pelaksanaan OMC dalam waktu dekat sangat minim. Namun demikian, pemantauan atmosfer tetap dilakukan untuk mengidentifikasi apabila muncul peluang penyemaian awan.
Khusus di Kalimantan Selatan (Kalsel), perkembangan cuaca, hotspot, dan kondisi karhutla terus dipantau secara intensif. Dia menyebut, peluang pelaksanaan OMC akan dinilai berdasar ketersediaan awan potensial dan kebutuhan penanganan di lapangan.
”Mengingat OMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer, operasi hanya dapat dilakukan apabila tersedia awan yang memenuhi persyaratan teknis untuk penyemaian,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengungkapkan bahwa ketiga pesawat tersebut dikerahkan untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022