
Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran pada Minggu malam (28/6/2026), pukul 20.56 WIB. (Dok. BPPTKG)
JawaPos.com - Aktivitas Gunung Merapi di Jogjakarta kembali terekam oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada Jumat malam (28/8). Terekam secara jelas muntahan awan panas gugur sejauh 2.000 meter.
Melalui keterangan resminya, Badan Geologi mengungkapkan bahwa erupsi terjadi pada pukul 21.22 WIB. Dengan estimasi jarak luncur awan panas mencapai 2.000 meter ke arah barat daya atau Hulu Kali Sat. Awan panas guguran itu terekam selama 116,97 detik.
”Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi, Jumat (28/8) pukul 21:22 WIB, estimasi jarak luncur 2.000 meter dengan amplitudo maks 87,74 mm durasi 116,97 detik mengarah ke barat daya,” tulis Badan Geologi dalam keterangannya dikutip pada Sabtu (29/8).
Atas peristiwa tersebut, Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Masyarakat juga diminta mematuhi rekomendasi resmi dan memantau perkembangan informasi terkait Gunung Merapi.
Berdasar informasi dari Radar Solo (Jawa Pos Group), saat ini status Gunung Merapi adalah Level III atau Siaga. Gunung Merapi masih memiliki potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas. Pada sektor selatan-barat daya, bahaya dapat mengarah ke Sungai Boyong dengan jarak maksimal 5 kilometer.
Sementara itu, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng memiliki potensi terdampak hingga jarak maksimal 7 kilometer. Adapun di sektor tenggara, potensi bahaya awan panas dan guguran lava dapat mencapai Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer serta Sungai Gendol hingga 5 kilometer.
Selain guguran lava dan awan panas, potensi bahaya lain juga perlu diwaspadai apabila terjadi erupsi eksplosif. Dalam kondisi tersebut, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi dan rekomendasi resmi terkait aktivitas Gunung Merapi serta tidak melakukan aktivitas di wilayah yang masuk kawasan rawan bencana.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022