
Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami erupsi berulang sejak Jumat (4/9) hingga Sabtu (5/9) dini hari di kawasan Selat Sunda. (Instagram: @tangsel_kampungparakan)
JawaPos.com - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga mendorong aparat kepolisian dan sejumlah instansi terkait meningkatkan pengawasan di wilayah perairan sekitar gugusan Anak Krakatau.
Patroli gabungan digelar untuk memastikan masyarakat tidak memasuki kawasan berbahaya yang telah ditetapkan pemerintah. Kegiatan tersebut melibatkan BKSDA, Satpolair Polres Lampung Selatan, Sie Humas, Sie Dokkes Polres Lampung Selatan, serta Ditpolair Polda Lampung.
Pengawasan berlangsung sejak Sabtu (29/8) hingga Minggu (30/8). Petugas menyisir kawasan perairan untuk mencegah nelayan, wisatawan, dan masyarakat umum mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Dalam patroli laut pada Minggu pagi, petugas mendapati sejumlah nelayan tengah menangkap ikan menggunakan jaring di area yang masuk dalam radius larangan. Personel kemudian mendatangi para nelayan tersebut untuk memberikan teguran sekaligus menjelaskan potensi bahaya aktivitas vulkanik.
Nelayan yang berada di zona terlarang diminta segera meninggalkan kawasan tersebut. Selain memberikan imbauan, personel Dokkes Polres Lampung Selatan turut membagikan masker sebagai perlindungan terhadap kemungkinan paparan abu vulkanik.
Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, kegiatan patroli tidak sebatas menjaga kawasan dari pelanggaran radius aman. Menurutnya, petugas juga berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko berada di sekitar gunung api yang masih aktif.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengingatkan nelayan maupun wisatawan agar tidak memaksakan diri mendekati Anak Krakatau dan mematuhi radius aman yang telah ditetapkan,” kata Yuni Isawandari Yuyun dalam keterangannya, Sabtu (5/9).
Pengawasan kembali diperketat setelah petugas mendapati sebuah kapal putih jenis speed fiber bergerak mendekati kawasan Anak Krakatau sekitar pukul 10.30 WIB. Personel patroli segera mengarahkan kapal untuk menjauh dari zona berbahaya.
Kapal tersebut kemudian berbalik arah dan meninggalkan kawasan Anak Krakatau menuju perairan Banten. Petugas memastikan pengawasan akan terus dilakukan untuk mencegah kapal wisata maupun kapal nelayan memasuki area yang telah dinyatakan terlarang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
