
SAWAH KERING: Fenomena El Nino berdampak rendahnya curah hujan hingga mengakibatkan kekeringan. (NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN)
JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa El Nino bersamaan dengan musim kemarau di Indonesia masih panjang. Masa-masa paling berat selama kekeringan terjadi akan terasa selama September.
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menyampaikan hal itu saat ditanyai oleh awak media usai rapat di Graha Marinir Panti Perwira, Kwitang, Jakarta Pusat (Jakpus), pada Senin (7/9). Dia menyatakan, pengaruh keringnya El Nino tahun ini memang sangat kuat karena datang bersamaan dengan kemarau.
”Jadi paling berat memang sampai dengan akhir September. Kemudian perlahan-lahan eskalasi ini akan melemah, dimulai dengan bulan Oktober, November seluruh persoalan kekeringan, kebakaran hutan, sudah mulai selesai,” kata dia.
Tri menyebut, mulai Oktober nanti beberapa wilayah di bagian utara Indonesia akan mulai turun hujan. Namun, sampai akhir bulan ini, kekeringan masih akan terasa. Mengingat El Nino tengah bergerak memasuki fase puncak dan kini sedang berada pada tahap sangat kuat.
”Sampai beberapa bulan ke depan, minimal sebulan ke depan masih sangat kuat ya. Dan ini bertahan akan luruh sampai dengan tahun depan, awal tahun, awal tahun depan,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengingatkan bahwa El Nino belum mencapai puncaknya. Karena itu, ancaman karhutla masih besar dan patut untuk diwaspadai.
Berdasar data dan laporan dari instansi terkait, El Nino tahun ini masih sangat panjang. Bahkan bisa sampai akhir tahun. Meski belum sampai puncaknya, namun El Nino sudah terasa dampaknya di Indonesia.
”Kawasan hutan dan lahan yang terbakar pun sudah mulai agak meningkat kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata dia.
Dengan kondisi saat ini, Djamari menekankan, tidak ada waktu untuk berleha-leha. Perlu penanganan cepat agar karhutla tidak terus meluas. Apalagi saat El Nino memasuki fase puncak, potensi terjadinya karhutla semakin besar. Karena itu, dia mengingatkan pencegahan karhutla harus ketat.
”Karena kita belum sampai ke puncak (El Nino), maka (karhutla) ini akan terus bergelombang dan bisa naik terus apabila kita menanganinya kurang tepat,” imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
