Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2026 | 23.20 WIB

El Nino Masih Panjang, BMKG: Masa-masa Paling Berat Terasa Sampai September 

SAWAH KERING: Fenomena El Nino berdampak rendahnya curah hujan hingga mengakibatkan kekeringan. (NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN) - Image

SAWAH KERING: Fenomena El Nino berdampak rendahnya curah hujan hingga mengakibatkan kekeringan. (NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN)

JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa El Nino bersamaan dengan musim kemarau di Indonesia masih panjang. Masa-masa paling berat selama kekeringan terjadi akan terasa selama September.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menyampaikan hal itu saat ditanyai oleh awak media usai rapat di Graha Marinir Panti Perwira, Kwitang, Jakarta Pusat (Jakpus), pada Senin (7/9). Dia menyatakan, pengaruh keringnya El Nino tahun ini memang sangat kuat karena datang bersamaan dengan kemarau.

”Jadi paling berat memang sampai dengan akhir September. Kemudian perlahan-lahan eskalasi ini akan melemah, dimulai dengan bulan Oktober, November seluruh persoalan kekeringan, kebakaran hutan, sudah mulai selesai,” kata dia.

Tri menyebut, mulai Oktober nanti beberapa wilayah di bagian utara Indonesia akan mulai turun hujan. Namun, sampai akhir bulan ini, kekeringan masih akan terasa. Mengingat El Nino tengah bergerak memasuki fase puncak dan kini sedang berada pada tahap sangat kuat.

”Sampai beberapa bulan ke depan, minimal sebulan ke depan masih sangat kuat ya. Dan ini bertahan akan luruh sampai dengan tahun depan, awal tahun, awal tahun depan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengingatkan bahwa El Nino belum mencapai puncaknya. Karena itu, ancaman karhutla masih besar dan patut untuk diwaspadai.

Berdasar data dan laporan dari instansi terkait, El Nino tahun ini masih sangat panjang. Bahkan bisa sampai akhir tahun. Meski belum sampai puncaknya, namun El Nino sudah terasa dampaknya di Indonesia.

”Kawasan hutan dan lahan yang terbakar pun sudah mulai agak meningkat kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata dia.

Dengan kondisi saat ini, Djamari menekankan, tidak ada waktu untuk berleha-leha. Perlu penanganan cepat agar karhutla tidak terus meluas. Apalagi saat El Nino memasuki fase puncak, potensi terjadinya karhutla semakin besar. Karena itu, dia mengingatkan pencegahan karhutla harus ketat.

”Karena kita belum sampai ke puncak (El Nino), maka (karhutla) ini akan terus bergelombang dan bisa naik terus apabila kita menanganinya kurang tepat,” imbuhnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore