
Pemasangan Selubung Mesin Pesawat Sejumlah kru darat melakukan pemasangan selubung di mesin pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (06/09/2026). Pemasangan selubung pada mesin pesawat dilakukan menyusul dampak sebaran abu vulkanik erupsi gunung Anak Krakatau. (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
Dilansir dari laman Instagram @Injourneyairports, empat bandara yang terdampak penghentian operasional penerbangan tersebut merupakan bandara yang dikelola PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Bandara Radin Inten II (TKG), dan Bandara Husein Sastranegara (BDO).
“Dalam menghadapi ini, InJourney Airports berkomitmen untuk mengedepankan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang,” tulis laman Instagram @injourneyairports dikutip Senin (7/9).
Penumpang diimbau untuk memantau status penerbangan secara berkala ke maskapai terkait dan/atau menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui telefon 172, akun sosial media @ccinjourneyairports, WhatsApp di nomor 0816-770-172, atau E-mail contact@injourneyairports.id.
Sementara itu, AirNav Indonesia kembali memperbarui informasi aeronautika terkait kondisi operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) seiring perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) A3387/26 (NOTAMR A3373/26), Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih berstatus closed akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penutupan berlaku mulai pukul 17.33 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 23.59 WIB, 7 September 2026.
NOTAM A3387/26 tersebut merupakan pembaruan atas NOTAM A3373/26 yang sebelumnya menetapkan periode penutupan hingga estimasi pukul 18.00 WIB.
Baca Juga:27 Kali Nonton Masih Menangis, Denny Sumargo Ungkap Alasan Hatinya Runtuh Gara-gara Film Baby Udon
EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, mengatakan penyesuaian periode penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan,” ujar Hermana.
AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022