
Feby br Purba, siswi keracunan MBG kembali mendapat perawatan medis karena racun jamur masuk ke saraf kepalanya (Foto: Sumut Pos)
JawaPos.com – Dokumen hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel dalam kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tersebar di media sosial. Dokumen yang terpampamg kop hasil pemeriksaan dari UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara tersebut menunjukkan empat temuan positif dari sejumlah sampel yang diuji.
Temuan tersebut meliputi Bacillus cereus pada nasi dari sekolah, Staphylococcus aureus pada ikan teri pakai saus dari sekolah, E. coli pada melon dari sekolah, serta Staphylococcus aureus pada sampel muntahan siswa.
Dokumen tersebut merupakan hasil pemeriksaan yang diterima pada 14 Agustus 2026 dengan lokasi kejadian di SMAN 1 Berastagi. Pemeriksaan dilakukan terhadap parameter Salmonella, E. coli, Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus.
Dokumen itu turut disoroti dokter Ferry Kusmalingga melalui utas di akun Threads @dr.ferrykslg. Ia menyebut telah membaca dua halaman hasil pemeriksaan laboratorium tersebut dan menemukan sejumlah hasil positif.
Ferry kemudian merinci empat temuan positif tersebut yakni Bacillus cereus pada nasi dari sekolah, Staphylococcus aureus pada ikan dan saus dari sekolah, E. coli pada melon dari sekolah, serta Staphylococcus aureus pada sampel muntahan siswa. "Tidak ada/ negatif salmonella pada sampel yang diperiksa," tulisnya dikutip Selasa (8/9).
Soroti Staphylococcus aureus
Menurut Ferry, keberadaan Staphylococcus aureus menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam kasus tersebut. Bakteri tersebut, kata dia, dapat mencemari makanan melalui tangan penjamah makanan maupun kulit dan hidung. Bakteri kemudian dapat berkembang apabila makanan disimpan pada suhu yang tidak tepat.
Ferry menyebut keracunan dapat terjadi akibat enterotoksin yang dihasilkan bakteri tersebut. "Menyebabkan keracunan makanan lewat enterotoksin yang tahan panas, meskipun bakterinya sendiri mungkin sudah mati saat proses pemanasan," ujarnya.
Menurut dia, toksin tersebut dapat menyebabkan sejumlah gejala seperti muntah, mual, kram perut hingga diare.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Rennes vs Marseille di Liga Prancis: Les Rennais Siap Pesta Gol di Roazhon Park!
Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa
Krisis Kesehatan Mental Anak: Lingkungan Kita Ikut Membentuknya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022