
Bayi Orang Utan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) di Bandung Zoological Garden (Bazooga), Bandung, Jawa Barat.
JawaPos.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bergerak cepat menindaklanjuti penemuan lima bayi orangutan di kawasan hutan Distrik Balasore, Negara Bagian Odisha, India. Pemerintah Indonesia kini berkoordinasi dengan otoritas India dan sejumlah lembaga terkait untuk memastikan asal-usul kelima satwa tersebut sekaligus mengupayakan pemulangannya ke Indonesia.
Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kemenhut Ahmad Munawir mengatakan penanganan kasus tersebut menjadi perhatian serius pemerintah. Langkah koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh proses, mulai dari verifikasi hingga kemungkinan repatriasi, dapat berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
"Pemerintah Indonesia telah mengambil sejumlah langkah konkret melalui koordinasi dengan otoritas terkait di India maupun di dalam negeri untuk memastikan penanganan, verifikasi asal-usul, serta mengupayakan pemulangan atau repatriasi kelima orangutan tersebut ke Indonesia," kata Ahmad Munawir dalam keterangan kepada media Jumat (11/9).
Kelima bayi orangutan itu ditemukan oleh Dinas Kehutanan setempat pada Selasa (8/9) lalu. Lokasi penemuan berada di kawasan hutan Blok Bhogarai, Udaipur, wilayah Jaleswar, Distrik Balasore, Odisha yang berdekatan dengan perbatasan Negara Bagian Bengal Barat.
Berdasarkan informasi awal, lima satwa langka tersebut diperkirakan masih berusia sekitar satu hingga satu setengah tahun. Saat ditemukan, seluruh bayi orangutan dilaporkan dalam kondisi sehat dan kini telah ditempatkan di Nandankanan Zoological Park, Bhubaneswar, untuk mendapatkan perawatan.
Dari pengamatan awal terhadap ciri fisik dan morfologi, kelima satwa tersebut diduga berasal dari Pulau Sumatera. Namun, pemerintah belum menetapkan secara definitif jenis maupun asal-usulnya karena masih diperlukan pemeriksaan ilmiah melalui analisis DNA.
"Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa identifikasi tersebut masih bersifat awal dan kepastian jenis serta asal-usul genetiknya akan dilakukan melalui pemeriksaan DNA oleh otoritas ilmiah yang berwenang," ujar Ahmad.
Keberadaan orangutan di India menjadi perhatian serius karena satwa tersebut bukan fauna asli negara tersebut. Habitat alami orangutan hanya berada di Indonesia dan Malaysia, terutama di Pulau Sumatera dan Borneo.
Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa kelima bayi orangutan tersebut berkaitan dengan praktik perdagangan atau penyelundupan satwa liar secara ilegal yang melibatkan jaringan lintas negara. Karena itu, penelusuran asal-usul dan jalur perpindahan satwa menjadi bagian penting dalam penanganan kasus tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022