
KM Virgo Transport 8, kapal rute Surabaya–Banjarmasin yang membawa 240 penumpang, dilaporkan hilang kontak di Laut Jawa. (Vessel Finder)
JawaPos.com - Rentetan kecelakaan laut yang terjadi belakangan dan menimbulkan korban jiwa menjadi perhatian serius bagi para pemangku kepentingan pelayaran. Pegiat mitigasi bencana sekaligus mantan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryon menilai rangkaian peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat aspek keselamatan pelayaran.
Yang terbaru adanya insiden Kapal Virgo Transport 8 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa ketika berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9). Kapal tersebut diketahui mengangkut 243 penumpang. Peristiwa ini menambah daftar kejadian kecelakaan di laut yang membutuhkan penanganan sekaligus evaluasi menyeluruh.
Menurut Daryono keselamatan pelayaran tidak boleh bergantung pada faktor keberuntungan. Setiap perjalanan laut harus dipersiapkan berdasarkan pemahaman terhadap kondisi oseanografi, meteorologi, serta ketentuan keselamatan pelayaran yang berlaku.
“Satu hal penting yang harus kita pahami bahwa keselamatan pelayaran harus dilandasi pemahaman sains oseanografi, meteorologi, serta regulasi baku keselamatan pelayaran,” kata Daryono dalam keterangannya Senin (14/9).
Dia menjelaskan persiapan keselamatan seharusnya dilakukan sejak kapal masih berada di pelabuhan. Sebelum kapal meninggalkan dermaga, nakhoda perlu memahami kondisi arus, cuaca, karakteristik gelombang, hingga berbagai kemungkinan perubahan kondisi perairan selama perjalanan.
“Sebelum melepas tali tambat dan mengolah gerak kapal keluar dari pelabuhan, setiap nakhoda wajib memahami dan mempersiapkan beberapa aspek mendasar terkait dinamika arus dan cuaca agar pelayaran dapat berlangsung aman hingga tiba di pelabuhan tujuan,” ujarnya.
Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah navigasi di zona melintang atau crossing zone. Kondisi ini terjadi ketika jalur pelayaran berpotongan dengan arah arus laut, terutama ketika arus datang dari sisi lambung kapal.
“Hantaman arus kuat dari arah lambung (cross-current) secara signifikan dapat mengganggu stabilitas kapal, memicu koreksi haluan berlebih (drift angle), hingga berisiko membalikkan kapal jika tidak diantisipasi dengan matang,” jelasnya.
Karena itu, nakhoda wajib melakukan passage planning atau perencanaan pelayaran secara menyeluruh dari dermaga keberangkatan hingga dermaga tujuan atau berth to berth. Dalam perencanaan tersebut, pola arus permukaan dan pengaruh pasang surut perlu diperhitungkan, termasuk kemungkinan terjadinya leeway serta set and drift.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022