
ILUSTRASI: Anak-anak Papua menuju ke sekolah untuk belajar. (Generate AI/Gemini)
JawaPos.com – Isu West Papua atau Papua hadir di markas organisasi internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sosok Perdana Menteri Kepulauan Solomon Matthew Cooper Wale adalah yang membawa isu Papua pada Sidang Umum PBB atau UNGA ke-81
Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat mengecam apa yang dilakukan Cooper Wale itu. Syahrul yang juga merupakan Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS menilai pengangkatan isu Papua di forum internasional tanpa menyertakan konteks secara utuh berpotensi memengaruhi hubungan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik.
Menurut dia, isu Papua tidak seharusnya dijadikan bagian dari kepentingan politik di forum internasional dengan mengabaikan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan suatu negara.
Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat. (Dok. Pribadi)
"Kami mengecam pengangkatan isu West Papua secara sepihak di forum PBB. Persoalan Papua adalah bagian dari kedaulatan Indonesia dan tidak semestinya terus dijadikan komoditas politik di forum internasional,” kata Syahrul kepada wartawan pada Minggu (27/9).
Politikus asal Riau itu mengatakan Indonesia pada dasarnya terbuka terhadap kritik maupun dialog mengenai berbagai persoalan di Papua. Mulai soal pembangunan, hak asasi manusia (HAM), dan kesejahteraan masyarakat.
Namun, ia menekankan bahwa setiap pembahasan mengenai Papua harus mengacu pada fakta dan data yang dapat diverifikasi. Selain itu, dialog juga perlu dilakukan dengan tetap menghormati hukum internasional serta kedaulatan Indonesia.
"Jika ada persoalan HAM atau pembangunan di Papua, mari kita bahas dengan data dan mekanisme dialog yang konstruktif. Jangan membangun narasi sepihak yang berpotensi mendeligitimasi Indonesia,” ujarnya.
Syahrul juga mendorong pemerintah Indonesia untuk meningkatkan intensitas diplomasi di kawasan Pasifik. Menurutnya, Indonesia perlu lebih aktif menyampaikan informasi yang utuh mengenai Papua agar ruang informasi tidak hanya diisi oleh narasi dari pihak tertentu.
"Indonesia tidak boleh diam. Diplomasi harus hadir lebih aktif. Jangan sampai ruang informasi tentang Papua dikuasai oleh narasi sepihak pihak lain," tutur Syahrul.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022