
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap sejumlah temuan dalam laporan investigasi kecelakaan antara KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Jalur I Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Investigasi tersebut menemukan enam faktor yang dinilai berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan.
KNKT menjelaskan, faktor yang berkontribusi merupakan kondisi atau tindakan yang apabila dihilangkan, dihindari, atau tidak terjadi dapat mengurangi kemungkinan kecelakaan maupun tingkat keparahannya.
"Faktor yang berkontribusi merupakan tindakan, kondisi, kejadian, atau kombinasi dari hal-hal tersebut yang apabila dihilangkan, dihindari, atau tidak ada, akan mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan atau mengurangi tingkat keparahan kecelakaan," tulis laporan KNKT, dikutip Selasa (29/9).
Faktor pertama, berkaitan dengan tidak teridentifikasinya hazard pada hubungan persinyalan antara Stasiun Bekasi dan Stasiun Bekasi Timur.
Saat kecelakaan terjadi, KA Argo Bromo berjalan langsung dari Jalur III Stasiun Bekasi setelah melewati Sinyal Keluar J12 yang memperlihatkan aspek hijau. Namun, kereta kemudian menghadapi Sinyal Blok B104 dengan aspek merah karena KA 5568A Commuter Line masih berada di Stasiun Bekasi Timur, tepatnya di track 104BT.
Kondisi tersebut tidak teridentifikasi ketika dilakukan review desain maupun pengujian setelah perubahan layout Stasiun Bekasi pada 2021. Dalam dokumen review desain 2022, aspek persinyalan digambarkan berdasarkan hubungan signal to signal tanpa memperlihatkan status okupasi track.
Akibatnya, perbedaan perilaku Sinyal Keluar J12 terhadap status okupasi track 104AT dan 104BT tidak tergambarkan.
"Dengan tidak tergambarkannya hal tersebut, kondisi ini tidak teridentifikasi sejak tahapan review desain, testing, hingga saat pengoperasian sampai dengan kecelakaan ini terjadi," tulis laporan tersebut.
Faktor kedua, persoalan komunikasi ketika terjadi kondisi darurat. Investigasi menemukan Masinis KA 5181B melaporkan tabrakan di JPL 86 kepada PPKP Selatan melalui panggilan individual dengan menekan tombol PTT pada microphone, bukan menggunakan tombol panggilan emergency.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022