
Ribuan buruh dari 35 perwakilan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (29/9). (Istimewa)
JawaPos.com - Ribuan buruh dari 35 perwakilan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (29/9).
Massa diterima Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal untuk menyerahkan 11 poin tuntutan krusial terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan.
Para buruh kemudian menggelar audiensi dengan pimpinan parlemen dan Panitia Kerja (Panja) DPR
Ketua Umum Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) sekaligus Presidium KBPBI, Rudi HB Daman menjelaskan, audiensi ini bertujuan untuk mengawal pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Perlindungan Ketenagakerjaan agar selaras dengan aspirasi pekerja.
"Tuntutan kita adalah ingin memastikan bahwa DPR yang membahas tentang RUU Ketenagakerjaan itu memasukkan seluruh aspirasi yang sudah disampaikan oleh Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia," tegas Rudi di DPR RI, Selasa (29/9).
Dari belasan poin yang diajukan, skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau sistem kerja kontrak menjadi isu paling krusial yang disorot.
KBPBI menolak keras usulan masa kerja kontrak hingga 5 tahun karena dianggap memicu praktik eksploitasi, mengabaikan kepastian status kerja, serta mengancam hak dasar buruh.
Pihak buruh mengusulkan agar durasi PKWT dibatasi maksimal 1 tahun. Selain itu, KBPBI menyuarakan agar perusahaan wajib memberikan kompensasi sebesar satu kali gaji setiap kali melakukan perpanjangan kontrak.
Tak hanya itu, draf RUU diharapkan memuat klausul tambahan upah sebesar 25 persen dari nilai upah berjalan pada akhir masa kontrak, sebelum status pekerja dialihkan menjadi karyawan tetap.
"Koalisi Besar mengusulkan PKWT itu hanya berlaku 1 tahun dengan masa perpanjangannya dan menolak adanya aturan ataupun rencana PKWT selama empat apalagi lima tahun," tutur Rudi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022