Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16.56 WIB

Kemenkes Targetkan Renovasi 8.001 Puskesmas di Seluruh Indonesia Mulai 2027

Gubernur Pramono Anung bersama Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi, dan Wamenkes RI Benyamin Paulus Octavianus meninjau vaksinasi HPV gratis di Taman Lapangan Banteng, Jakpus. (IST) - Image

Gubernur Pramono Anung bersama Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi, dan Wamenkes RI Benyamin Paulus Octavianus meninjau vaksinasi HPV gratis di Taman Lapangan Banteng, Jakpus. (IST)

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan renovasi 8.001 puskesmas, pembangunan 1.988 puskesmas baru, serta pembenahan 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di seluruh Indonesia mulai 2027 hingga 2029.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran ratusan triliun rupiah untuk merombak wajah layanan kesehatan nasional tersebut sebagai langkah strategis berbasis pencegahan.

"Selain pelayanan umum, puskesmas ini memiliki pelayanan khusus ibu dan anak yang sangat vital dalam mencegah risiko kematian ibu dan anak. Ke depan, fokus belanja kesehatan harus bergeser dari pengobatan di rumah sakit menuju pencegahan di fasilitas primer," ujar Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus, dikutip Sabtu (10/10).

Menurutnya, pembangunan puskesmas baru tersebut difokuskan untuk memecah beban pelayanan di wilayah berkepadatan tinggi.

Benny mencontohkan UPTD Puskesmas III Denpasar Barat yang berkonsep Ramah Ibu dan Anak menjadi salah satu model percontohan nasional dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.

Sebagai bagian dari program pembenahan nasional, mulai 2027 Kemenkes juga akan memprioritaskan pembenahan infrastruktur terparah, termasuk penambahan unit X-ray mobile di seluruh puskesmas. 

Khusus di Bali, sebanyak 119 puskesmas akan direnovasi, 4 puskesmas rusak berat dibangun ulang, dan 7 puskesmas yang melayani lebih dari 60.000 jiwa akan dipecah.

Namun, Benny menggarisbawahi pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan untuk mengimbangi modernisasi fasilitas medis.

"Membeli alat kesehatan bisa cepat, tetapi mencetak tenaga medis seperti radiografer dan dokter spesialis membutuhkan proses. Pengadaan alat dan penyiapan SDM harus berjalan seiring sejalan agar pelayanan prima terwujud," pungkasnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore