Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Oktober 2026 | 02.37 WIB

Jenderal dan Pati Bintang 4 TNI Aktif Bertambah, ISDS Ingatkan Pentingnya Tanggung Jawab

Presiden Prabowo Subianto (kanan). (Istimewa) - Image

Presiden Prabowo Subianto (kanan). (Istimewa)

JawaPos.com - Melalui pelantikan wakil menteri pertahanan (wamenhan) hari ini (15/10), Presiden Prabowo Subianto menambah jenderal atau perwira tinggi (pati) bintang 4 aktif. Yakni Jenderal TNI Richard T. H. Tampubolon dan Marsekal TNI Yusuf Jauhari. 

Jenderal Richard menjadi wamenhan bidang strategis, doktrin, dan pembangunan kekuatan. Sedangkan Marsekal Yusuf ditugaskan sebagai wamenhan bidang logistik, industri pertahanan, dan teknologi. Tambahan 2 wamen itu sekaligus menggenapkan jumlah jenderal dan pati bintang 4 aktif TNI-Polri di Kabinet Merah Putih menjadi 10 orang. 

Selain 2 nama itu, ada beberapa nama lain. Yakni Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Kepala BRAN Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Kemudian, KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, serta KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Atas banyaknya jumlah jenderal bintang 4 aktif di Kabinet Merah Putih, Co-Founder Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) Edna Caroline menyampaikan, relevansi tugas serta prosedur dalam negara demokrasi patut jadi catatan.

”Yang perlu disadari bahwa pangkat bintang 4 itu bisa menjadi dambaan setiap perwira, bahkan sejak dia duduk di Akademi Polisi maupun TNI. Dengan demikian, tentu hal ini menjadi prestasi pribadi yang bisa dimengerti. Akan tetapi, dalam sebuah organisasi, pangkat itu mengikuti lingkup tugas dan tanggung jawab,” kata dia. 

Di Amerika Serikat (AS), kata Edna, ada nyaris 30 jenderal aktif. Namun, semua dikaitkan dengan tugas dan wilayah operasi AS yang mencakup seluruh dunia. Dia pun mencontohkan keberadaan komandan operasi gabungan yang membawahi banyak orang, material, dan berbagai macam tugas dengan cakupan wilayah tertentu. 

”Dalam perkembangan terbaru (di Indonesia), 2 perwira aktif mendapat kenaikan pangkat sebagai bintang 4. Tentunya perlu ditelaah lebih lanjut, apakah memang kompleksitas tugas dan organisasi sipil yang dipimpin seorang wakil menhan itu setara dengan misalnya Kepala Staf TNI AU,” ucap Edna.

KSAU, bertanggung jawab mengurus banyak pesawat dan puluhan ribu pasukan Angkatan Udara. Tugasnya juga beragam di seluruh Indonesia. Demikian pula KSAL, yang harus menjaga 6 juta kilometer persegi wilayah laut Indonesia, baik di permukaan maupun di bawah permukaan. 

”Atau Kepala Staf TNI AD yang jumlah prajuritnya 300 ribuan orang dengan penugasan yang berbeda-beda di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore