
Ilham Akbar Habibie, M.B.A, Ketua Dewan Pembina Forum Dialog Nusantara. (Instagram Ilham A. Habibie)
JawaPos.com – Putra Presiden ke-3 RI B.J. Habibie, Ilham Akbar Habibie, mengingatkan pentingnya menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan iman dan takwa. Menurutnya, kemajuan teknologi perlu disertai landasan moral agar tidak membawa dampak buruk bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ilham dalam diskusi bertajuk The Legacy Relay 2026 di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Rabu (21/10). Ia menyebut nilai-nilai yang diwariskan sang ayah tetap relevan untuk menghadapi perubahan zaman, terutama bagi generasi muda.
"Ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi bagian penting. Tapi harus ada keseimbangan antara iman dan takwa. Imtek tanpa imtak akan berbahaya, begitu juga imtak tanpa imtek jadi kurang," ujar Ilham.
Bagi Ilham, warisan B.J. Habibie tidak hanya berkaitan dengan kiprahnya sebagai kepala negara dan tokoh teknologi. Pemikiran tentang penguasaan ilmu, kerja keras, dan keberanian berinovasi juga menjadi bekal penting bagi generasi penerus.
Ilham menilai perkembangan zaman yang berlangsung cepat perlu disikapi dengan kemampuan beradaptasi dan kemauan menciptakan hal baru. Perubahan tidak semestinya hanya dianggap sebagai tantangan, tetapi juga peluang untuk menghasilkan karya dan solusi.
Baca Juga:The Legacy Relay 2026 Satukan Tokoh Bangsa-Generasi Muda, Siapkan Buku 28 Gagasan untuk Indonesia
"Saat ini terjadi perubahan yang begitu cepat. Saya percaya di tengah setiap perubahan selalu ada kesempatan. Kita bisa menciptakan sesuatu yang baru untuk kita melangkah lebih jauh," katanya.
Ia menambahkan, setiap orang memiliki potensi untuk berkembang. Namun, potensi tersebut harus diikuti dengan usaha dan kerja keras agar dapat menghasilkan pencapaian nyata.
"Kita semua punya peluang dan punya potensi yang sama. Hanya saja, kita harus kerja keras," ujar Ilham.
Menurutnya, pencapaian besar juga tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi fondasi untuk meraih tujuan yang lebih jauh.
"Kita tidak harus memulai dari sesuatu yang besar. Kita bisa memulainya dari sesuatu yang kecil," tuturnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022