JawaPos Radar | Iklan Jitu

Detik-detik Pembantain 31 Pekerja Trans-Papua

Satu Prajurit TNI Tewas Saat Tempur dengan 40 Anggota KKB

04 Desember 2018, 20:48:22 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Prajurit TNI AD
ILUSTRASI TEMPUR. Seorang Prajurit TNI sedang memanggul temanya yang sudah tak berdaya. (instagram info.tentara)
Share this

JawaPos.com - Pembantaian 31 pekerja proyek Trans-Papua di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Senin (3/12) malam, ternyata ikut menewaskan salah seorang anggota TNI. Dikabarkan juga ada satu prajurit yang mengalami luka-luka.

Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan, korban jatuh setelah terjadi kontak senjata antara aparat yang berada Pos Yonif 755/Walet di Distrik Mbua dengan KKB.

“Pelaku penyerangan diperkirakan berjumlah 40 orang dari kelompok Egianus Kogoya,” ucap Wakapendam Dax Sianturi, Selasa (4/12).

Dax Sianturi juga mengatakan, jika cuaca bersahabat maka korban akan dievakuasi sore ini menggunakan helikopter menuju Wamena. Sementara pasukan gabungan masih berada di Distrik Mbua untuk melakukan penyisiran.

Diketahui jarak dari Distrik Mbua ke Distrik Yigi masih sekitar 10 km dan belum ada jalan di medan yang cukup berat tersebut. “Untuk identitas prajurit yang tewas atau yang luka-luka belum kami pastikan identitasnya,” katanya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal menjelaskan, pihaknya menerima laporan 31 pekerja PT Istaka Karya di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga tewas dibunuh.

Sebanyak 24 orang dibunuh, Sabtu (1/12) dan tujuh orang dibunuh pada Minggu (2/12). Sementara itu, satu orang pekerja dikabarkan melarikan diri dan hingga berita ini diracik belum ada kabar keberadaannya.

“Dari informasi masyarakat yang kami dapatkan di lapangan, delapan orang awalnya menyelamatkan diri ke rumah anggota DPRD. Namun, anggota KKB menjemput mereka, tujuh orang dibunuh dan satu orang melarikan diri," ucap Kamal seperti dilansir dari Cenderawasih Pos (JawaPos Grup), Selasa (4/12).

Sampai saat ini personel gabungan TNI-Polri belum bisa tembus ke lokasi kejadian. Hal ini dikarenakan anggota KKB memalang jalan dengan cara menumbangkan pohon-pohon.

Kamal menuturkan, sebelumnya pada Sabtu (1/12) sekira pukul 20.30 WIT, Cahyo selaku Project Manager PT. Istika Karya paket pembangunan jembatan Habema- Mugi mendapat telepon dari nomor yang biasa dipegang oleh Jhoni koordinator lapangan PT. Istika Karya pengerjaan proyek pembangunan jembatan Habema-Mugi.

Namun, dalam percakapan itu, Cahyo tidak paham dengan maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut. Diketahui, Jhoni adalah  koordinator lapangan PT. Istika Karya dalam pengerjaan proyek pembangunan jembatan Habema-Mugi, yang saat ini sedang melksanakan pembangunan jembatan di Kali Aurak, Kali Umtlat, Kali Yigi dan Kali Nigidirik di Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

"Terakhir PPK Satker PJN IV PU Binamarga wilayah Habema-Kenyam, Monang Tobing melakukan komunikasi melalui SMS dengan Jhoni, Jumat (30/11) lalu,” ucap Kamal.

Dia mengatakan, informasi dari Pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena menyampaikan bahwa pada tanggal 30 November 2018 pukul 04.00 WIT tercatat satu mobil Mitsubishi Strada dengan sopir bernama MS dengan muatan BBM jenis solar milik PT. Istaka Karya menuju kamp Istaka Karya di Distrik Yigi dengan membawa lima orang pegawai dan tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30 WIT.

Pada 1 Desember 2018 pukul 02.00 WIT lanjut Kamal, tercatat dua mobil menuju ke kamp Distrik Yigi dengan masing-masing membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya. Sementara pada tanggal 2 Desember 2018 pukul 20.00 WIT, satu unit mobil Mitsubishi Strada kembali ke Wamena. Kemudian pada Senin 3 Desember 2018, satu mobil Strada kembali lajuran dari Wamena ke Distrik Mbua Kabupaten Nduga.

“Dari informasi yang kami dapatkan, satu mobil strada yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena,” jelas Kamal.

Mendapat informasi 15 pekerja proyek belum kembali, maka Senin (3/12) sekira pukul 15.30 WIT personel gabungan Polri dan TNI yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP. R.L. Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

“Namun saat tiba di Km 46 , tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Mbua dan menyampaikan untuk tim segera balik karena jalan diblokir oleh KKB,” terang Kamal.

(jpg/JPC)

Alur Cerita Berita

Darmin: Kakak Saya Lari, lalu Ditembak Mati 04 Desember 2018, 20:48:22 WIB
Ketua MPR Kecam Peristiwa Pembantaian di Papua 04 Desember 2018, 20:48:22 WIB
16 Ambulans Siaga di Lanud Hasanuddin 04 Desember 2018, 20:48:22 WIB
9 Dievakuasi, 20 Orang Selamat dari KKB 04 Desember 2018, 20:48:22 WIB
Wawancara dengan Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom 04 Desember 2018, 20:48:22 WIB
Cerita JA, Selamat dari KKB Karena Pura-pura Mati 04 Desember 2018, 20:48:22 WIB
Tidak Cukup Hanya Peningkatan Ekonomi 04 Desember 2018, 20:48:22 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up