JawaPos Radar | Iklan Jitu

Perintah Jokowi Terkait Insiden Maut di Papua, Pembangunan Terus Jalan

05 Desember 2018, 10:34:28 WIB
Perintah Jokowi Terkait Insiden Maut di Papua, Pembangunan Terus Jalan
Presiden Jokowi didampingi Ketua KPK Agus Rahardjo saat peringatan hari Antikorupsi sedunia. (Dery Ridwansah/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Presiden Jokowi meminta insiden maut di Papua diusut tuntas. Dia juga menegaskan bahwa kasus tersebut tidak akan menghentikan pembangunan Papua.

Jokowi sudah menginstruksi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk mengusut kasus yang diduga mengakibatkan puluhan pekerja dari PT Istaka Karya meninggal dunia itu.

Jokowi sangat mengerti pembangunan infrastruktur di tanah Papua bukan hal mudah. Selain medan yang berat, banyak tantangan lain yang harus dihadapi para pekerja. Termasuk yang berisiko mengancam keamanan dan keselamatan mereka. Apalagi di lokasi yang masuk zona merah atau daerah berbahaya seperti Nduga. Daerah itu merupakan salah satu basis kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang kerap menebar ancaman.

Perintah Jokowi Terkait Insiden Maut di Papua, Pembangunan Terus Jalan

Namun, mantan gubernur DKI itu kembali menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Papua harus berlanjut. Sebab, masyarakat setempat membutuhkan infrastruktur tersebut. Harapannya, daerah yang sulit dijangkau bisa lebih mudah diakses. "Pembangunan infrastruktur di tanah Papua tetap berlanjut. Kita tidak takut dengan hal seperti itu," ungkap Jokowi di lokasi peringatan Hari Antikorupsi Internasional.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto juga menegaskan, serangan KKSB terhadap pekerja proyek jembatan di Nduga tidak akan memengaruhi komitmen pemerintah untuk membangun Papua. Pembangunan infrastruktur untuk menyambung urat nadi akses komunikasi dan transportasi di Papua tidak boleh berhenti.

Pejabat yang pernah bertugas sebagai panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu menyebut, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, pembangunan infrastruktur wajib terlaksana. Karena itu, dia mengecam tindakan biadab KKSB di Nduga. "Itu tentu hal yang sangat tidak terpuji. Saya nggak habis pikir kenapa mereka membunuh orang-orang yang mau membangun daerahnya," ucap dia.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengecam keras tindakan KKSB di Nduga. Dia menyampaikan hal itu di sela-sela rapat kerja bersama Komisi I DPR di Jakarta kemarin. Dengan tegas Ryamizard menyampaikan bahwa KKSB harus menyerah kepada aparat keamanan. Jika tidak, mereka bakal ditindak tegas oleh TNI dan Polri. "Tidak ada negosiasi, menyerah atau diselesaikan," kata dia.

Ryamizard menyebut, KKSB di Papua akan ditumpas oleh TNI. Pasalnya, mereka bukan sekadar kelompok kriminal, tetapi sudah menjadi pemberontak yang mengancam keutuhan NKRI. "Kenapa pemberontak? Ya karena mau memisahkan diri (dari Indonesia). Itu bukan kriminal lagi," tegas dia. "Tugas pokok Kemhan, tugas pokok TNI. Satu, menjaga kedaulatan negara. Kedua, menjaga keutuhan negara. Ketiga, menjaga keselamatan bangsa," tegasnya.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : .(bay/far/idr/nis/syn/c6/oni)

Alur Cerita Berita

Darmin: Kakak Saya Lari, lalu Ditembak Mati 05 Desember 2018, 10:34:28 WIB
Ketua MPR Kecam Peristiwa Pembantaian di Papua 05 Desember 2018, 10:34:28 WIB
16 Ambulans Siaga di Lanud Hasanuddin 05 Desember 2018, 10:34:28 WIB
9 Dievakuasi, 20 Orang Selamat dari KKB 05 Desember 2018, 10:34:28 WIB
Wawancara dengan Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom 05 Desember 2018, 10:34:28 WIB
Cerita JA, Selamat dari KKB Karena Pura-pura Mati 05 Desember 2018, 10:34:28 WIB
Tidak Cukup Hanya Peningkatan Ekonomi 05 Desember 2018, 10:34:28 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini