JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ungkap Pemasok Senjata KKB di Papua, DPR Bakal Lakukan Ini

06 Desember 2018, 23:53:39 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Tentara OPM
Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat saat sedang berkumpul di kawasan yang dikuasainya. (Facebook TNPPB)
Share this

JawaPos.com - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) tengah menjadi teror menakutkan bagi warga Indonesia terutama warga pendatang di Papua. Bagaimana tidak, mereka belum lama ini melakukan pembantaian terhadap puluhan pekerja jembatan juga prajurit TNI di Kali Yigi-Kali Aurak, kabupaten Nduga.

Namun, salah satu yang banyak menjadi pertanyaan publik yaitu dari mana kelompok ini memiliki sejumlah senapan mematikan. Menjawab itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Satya Wira Yudha mengaku belum mengetahui pasti dari mana asal senjata mereka. Butuh pendalaman kasus untuk hal itu.

"Belum (diketahui senjata mereka berasal dari mana, Red), sampai TNI-Polri melakukan post mortem (proses identifikasi, Ref)," ujar Satya kepada JawaPos.com, Kamis (6/12).

Guna mengetahui asal usul senjata mereka Komisi I sebagai mitra kerja TNI, meminta Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto untuk segera melakukan investigasi mendalam. Diharapkan dengan terbukanya asal muasal senjata ini, maka bisa mengungkap permasalahan sesungguhnya.

"Komisi I DPR akan meminta Panglima TNI dan Polri untuk melakukan investigasi. Untuk mengetahui asal-usul senjata yang dipakai, dengan demikian bisa diketahui akar permasalahannya," imbuhnya.

Selain itu, Komisi I DPR berencana akan memanggil TNI ke parlemen untuk mebahas kasus ini. Hanya saja belum dapat memastikan waktunya karena berdekatan dengan masa reses anggota dewan. 

Di sisi lain, politikus partai Golkar itu mengutuk keras aksi pembunuhan keji ini. Atas dasar itu dia berharap kasus ini bisa segera diungkap, dan pelaku bisa dijatuhi hukuman setimpal.

"Intinya kita mengutuk aksi pembunuhan oleh KKB, perlu dilakukan investigasi untuk mengetahui apakah ini hanya karena rasa keadilan atau lebih jauh lagi yaitu masalah separatisme," pungkas Satya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up