JawaPos Radar | Iklan Jitu

Wawancara dengan Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom

Selama Ada TNI, Kami Serang

06 Desember 2018, 10:10:59 WIB | Editor: Ilham Safutra
Wawancara dengan Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom
Ilustrasi: Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom membeberkan soal penyerangan terhadap pekerja PT Istaka Karya di Papua. (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengaku bertanggung jawab atas pembantaian puluhan pekerja proyek PT Istaka Karya. Tadi malam pukul 19.00, wartawan Jawa Pos Ilham Dwi Wancoko mewawancarai Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom melalui sambungan telepon.

Apa yang membuat TPNPB-OPM yakin bahwa pekerja proyek itu intelijen dari TNI?

Semua proyek infrastruktur jalan trans-Papua, yang mengerjakan TNI. Hal itu merupakan rahasia umum di Papua.

Wawancara dengan Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom
PERKUAT PERSONEL: Anggota TNI dari Batalyon 756/Wimane Sili saat menuju helikopter MI-17 milik TNI-AD yang akan menerbangkan mereka ke Pos Mbua untuk menggantikan tugas anggota Batalyon 755/Yalet. (Deny/Cenderawasih Pos/Jawa Pos Group)

Apakah pekerja itu melawan dengan senjata?

Iya (Sebby lalu mengirimkan sebuah video yang berisi pekerja berkaus loreng dan bersenjata laras panjang. Dalam video, mereka sedang berlindung di balik kendaraan proyek).

Berapa pekerja yang ditembak mati?

24 orang.

Awal mula penyerangan, apakah karena ada pekerja yang mengambil foto saat upacara 1 Desember?

Itu kan versi TNI dan Polri. Kami menyerang secara terencana. Setahun lalu kami juga menyerang proyek pembangunan.

Adakah yang disandera?

Semua tewas. Kami menyerang proyek dan sebuah pos TNI. Kami yang bertanggung jawab.

Bukankah proyek itu untuk menyejahterakan rakyat Papua?

Kami tidak membutuhkan pembangunan. Yang kami butuhkan adalah kesempatan menentukan nasib sendiri dengan referendum.

Ada warga sipil yang menjadi korban, bagaimana itu?

Jika mengetahui ada warga sipil, tentu kami tidak akan melukai. Bila benar ada warga sipil menjadi korban, tentunya itu tanggung jawab TNI. Seharusnya serahkan semuanya ke sipil. Selama ada TNI, kami serang.

Berapa kekuatan TPNPB-OPM?

Kami memiliki 29 Komando Daerah Pertahanan (Kodap). Setiap Kodap memiliki 2.500 personel. Saya pastikan TPNPB-OPM merupakan militer kelas dunia.

Tapi, jumlah TNI kan lebih banyak, bagaimana itu?

Mereka boleh lebih banyak, tapi alam bersama kami. Hutan bersama kami, lembah bersama kami, dan kami tidak akan menyerah. Kami punya moto, satu butir senjata melawan seribu butir senjata.

TNI Membantah

Sementara itu, Kapendam Cenderawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi menyebut keterangan Sebby merupakan tuduhan konyol. Dia menegaskan bahwa para pekerja PT Istaka Karya bukan prajurit TNI. "Ya, silakan diperiksa kalau dia bilang tentara," imbuh Aidi. Dia menyebutkan, sudah ada pekerja yang selamat. Apabila ada yang menuding mereka tentara, dia mempersilakan penuding menanyakan langsung.

Aidi mempersilakan awak media mengonfirmasi para pekerja yang sudah diselamatkan itu. Menanyakan langsung apakah yang bersangkutan prajurit TNI atau bukan. "Buktikan apa dia tentara," tegasnya. Selain bertanya langsung kepada korban selamat, konfirmasi juga bisa dilakukan kepada keluarga para pekerja dari PT Istaka Karya.

Menurut Aidi, tudingan Sebby merupakan propaganda. Juga, upaya KKSB memutarbalikkan fakta. "Yang memang selalu dilakukan mereka," ujarnya. Dia menjelaskan, prajurit TNI memang pernah ikut membangun jalan trans-Papua. Namun, tugas itu sudah mereka selesaikan tahun lalu.

Tahun ini prajurit yang berada di lokasi pembangunan jalan tersebut hanya bertugas sebagai aparat keamanan. Termasuk di Distrik Yigi. Sama sekali tidak ada prajurit TNI yang bekerja membangun jembatan bersama pekerja dari PT Istaka Karya. Semua pekerja itu merupakan masyarakat sipil. Dia pun mempertanyakan tudingan Sebby.

"Kalau tentara, mana senjatanya? Apakah bersenjata? Tentara itu kan punya identitas," paparnya. "Kalau di situ tentara memang kenapa? Apakah harus dibantai begitu? Kan manusia juga," tambahnya. 

(far/idr/jun/nis/syn/c7/c10/oni)

Alur Cerita Berita

Darmin: Kakak Saya Lari, lalu Ditembak Mati 06 Desember 2018, 10:10:59 WIB
Ketua MPR Kecam Peristiwa Pembantaian di Papua 06 Desember 2018, 10:10:59 WIB
16 Ambulans Siaga di Lanud Hasanuddin 06 Desember 2018, 10:10:59 WIB
9 Dievakuasi, 20 Orang Selamat dari KKB 06 Desember 2018, 10:10:59 WIB
Wawancara dengan Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom 06 Desember 2018, 10:10:59 WIB
Cerita JA, Selamat dari KKB Karena Pura-pura Mati 06 Desember 2018, 10:10:59 WIB
Tidak Cukup Hanya Peningkatan Ekonomi 06 Desember 2018, 10:10:59 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up