JawaPos Radar | Iklan Jitu

Cerita JA, Selamat dari KKB Karena Pura-pura Mati

05 Desember 2018, 13:50:42 WIB
Cerita JA, Selamat dari KKB Karena Pura-pura Mati
Lokasi penembakan KBB di Papua (Dok. Kementerian PUPR)
Share this

JawaPos.com - Butuh perjuangan bagi JA, karyawan PT Istaka Karya untuk lari dari tindakan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua. Dia harus menaiki dan menuruni bukit agar nyawanya bisa selamat.

Mungkin ini bakal menjadi pengalaman pahit bagi JA. Ketika tiba-tiba pada Sabtu (1/12) pukul 15.00 WIT, kelompok kriminal bersenjata mendatangai kamp PT Istaka Karya. Mereka memaksa seluruh karyawan sejumlah 25 orang, termasuk dirinya, keluar dan digiring menuju kali Karunggame, Distrik Yigi, Nduga, Papua. Dia dan rekan-rekannya dipaksa berjalan dalam kondisi tangan terikat serta dikawal sekitar 50 orang KKB bersenjata campuran standar militer.

Keesokan paginya sekitar pukul 07.00 WIT, JA dan seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan masih terikat menuju bukit Puncak Kabo. Di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok.

Tidak lama kemudian para KKB dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan suara hutan khas pedalaman Papua, mereka secara sadis menembaki para pekerja. Sebagian pekerja tertembak mati di tempat. Namun, JA dan beberapa rekannya berhasil selamat karena berpura-pura mati terkapar di tanah.

Mengira semua pekerja tewas, KKB lantas meninggalkan mereka dan melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo. JA dan sepuluh rekannya yang pura-pura mati berusaha bangkit kembali dan melarikan diri. Namun malangnya KKB melihat dan mengejar kembali.

Lima orang rekannya tertangkap, disaksikan langsung JA. Tiga orang di antaranya tewas disembelih dan dua lainnya berhasil melarikan diri dalam keadaan terluka parah. Diprediksi, mereka juga tewas kehabisan darah.

"Empat berhasil selamat dan tiba di pos TNI di Mbua. Jika dibentangkan di peta saja jarak antara Yigi dan Mbua 10 kilometer," kata Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi yang membeberkan kronologi selamatnya JA dan perlakuan keji KKB, kepada wartawan, Rabu (5/12).

Akan tetapi, ternyata KKB tidak berhenti. Mereka mengejar ke pos TNI di Mbua hingga akhirnya melakukan serangan pada Senin (3/12) pukul 05.00 WIT dini hari.

Salah seorang anggota TNI bernama Serda Handoko menjadi korban karena tertembak dan gugur di tempat. Baku tembak terjadi hingga pukul 21.00 WIT.

Setelah tembakan berhenti, komandan pos memutuskan mencari perlindungan di bukit sekitar pos sambil menggotong jasad Serda Handoko. "Saat itu pun kontak tembak. Tidak lama kemudian satgas gabungan TNI dari Wamena tiba di lokasi, situasi berhasil dikembalikan. Mbua kami duduki, pos TNI kami duduki dan minta bantuan heli untuk proses evakuasi," beber Aidi.

Saat ini, JA katanya sudah dirawat di RSUD Jayawijaya, Wamena, bersama dua orang rekannya dan satu orang TNI yang mengalami luka akibat penyerangan itu. "Saat ini pasukan TNI berusaha melaksanakan evakuasi terhadap korban pembunuhan yaitu di bukit," pungkas Aidi.

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : (dna/ce1/JPC)

Alur Cerita Berita

Darmin: Kakak Saya Lari, lalu Ditembak Mati 05 Desember 2018, 13:50:42 WIB
Ketua MPR Kecam Peristiwa Pembantaian di Papua 05 Desember 2018, 13:50:42 WIB
16 Ambulans Siaga di Lanud Hasanuddin 05 Desember 2018, 13:50:42 WIB
9 Dievakuasi, 20 Orang Selamat dari KKB 05 Desember 2018, 13:50:42 WIB
Wawancara dengan Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom 05 Desember 2018, 13:50:42 WIB
Cerita JA, Selamat dari KKB Karena Pura-pura Mati 05 Desember 2018, 13:50:42 WIB
Tidak Cukup Hanya Peningkatan Ekonomi 05 Desember 2018, 13:50:42 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini