JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jadi Tersangka Suap, Hakim PN Semarang Diberhentikan Sementara

07 Desember 2018, 16:25:08 WIB | Editor: Kuswandi
Mahkamah Agung
Ilustrasi: Mahkamah Agung (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mahkamah Agung (MA) memberhentikan sementara hakim Pengadilan Negeri Semarang, Lasito. Hal ini menyusul ditetapkannya sebagai tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan siap oleh Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi.

"Keputusan pimpinan Mahkamah Agung (MA) terkait hakim pada Pengadilan Negeri Semarang melakukan perbuatan tercela, melakukan korupsi yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, hakim LST (Lasito) diberhentikan sementara sebagai hakim," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (7/12).

Abdullah menjelaskan, hakim Lasito akan diberhentikan secara mutlak dari jabatannya sebagai hakim setelah kasusnya berkekuatan hukum tetap.

"Karena pemberhentian tetap dilakukan oleh presiden," ucap Abdullah.

Lasito merupakan hakim ke-25 yang terjerat perkara korupsi oleh KPK. Kata Abdullah, pihaknya tidak memberikan toleransi kepada jajaran pengadilan yang terjerat perkara korupsi.

"MA mengutuk keras hakim yang terjerat korupsi, ini bukan merusak citra MA tapi juga Indonesia di mata dunia. MA tidak memberikan toleransi apapun terhadap hakim yang tersangkut perkara korupsi," pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi diduga menyuap hakim di Pengadilan Negeri Semarang, Lasito. Ahmad diduga memberikan uang sejumlah Rp700 juta kepada Lasito untuk memengaruhi putusan praperadilan di PN Semarang.

KPK menyebut, uang yang diserahkan Ahmad dalam mata uang rupiah sebesar Rp 500 juta. Kemudian dalam bentuk dolar Amerika Serikat setara Rp200 juta yang diserahkan di rumah Lasito, di Solo, Jawa Tengah.

Putusan praperadilan itu berkaitan ditetapkannya Ahmad sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik untuk DPC PPP Kabupaten Jepara, tahun 2011-2014. Kasus tersebut bergulir di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Suap tersebut diberikan agar Lasito memenuhi permintaan Ahmad memenangkan gugatan praperadilan

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up