JawaPos Radar | Iklan Jitu

KontraS: Kubu 02 Hanya Dulang Suara Angkat Kasus Novel di Debat Capres

12 Januari 2019, 02:00:59 WIB
Yati Andriani
Koordinator KontraS Yati Andriani, saat diwawancara awak media, Jumat (11/1) (Ridwan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berencana mengangkat isu penyiraman air keras Novel Baswedan ke dalam debat capres-cawapres pada Kamis (17/1). Sebab, debat sesi pertama akan mengangkat isu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Menanggapi hal tersebut, koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Yati Andriani menilai, diangkatnya kasus Novel oleh tim nomor urut 02 hanya demi mendulang suara pada Pilpres 2019.

"Itu menunjukkan bahwa isu ini dipakai hanya untuk mendulang suara, mendulang dukungan dari publik," kata Yati di kantornya, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (11/1).

Yati menuturkan, seharusnya capres-cawapres jika ingin menyelesaikan kasus Novel tidak hanya pada momentum debat capres-cawapres. Melainkan dapat menjelaskan langkahnya untuk menyelesaikan kasus Novel.

"Ada hal yang harus diselesaikan secara jelas, secara rinci, spesifik, apa yang akan dilakukan dalam penyelesaian kasus ini," ucapnya.

Oleh karena itu, Yati memandang seharusnya tim nomor urut 02 dapat menyuarakan dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mencari pelaku penyerangan Novel.

"Seharusnya itu bisa dilakukan dari sekarang dengan pembentukan TGPF. Jadi tidak hanya pada momentum debat capres-cawapres, tidak bisa dijadikan ukuran bahwa kubu 02 punya prioritas terhadap isu HAM," pungkasnya.

Sebelumnya, Cawapres Sandiaga Uno mengaku akan mengangkat kasus teror terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

"Ada kemungkinan (mengangkat kasus Novel dalam debat perdana) karena masalah korupsi itu kan sudah sangat akut, ada di stadium 4. Kalau kanker, kalau penyakit, sudah sangat kronis," kata Sandiaga di Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa (8/1).

Menurut Sandi, dengan mengangkat kasus-kasus yang masih berjalan, bisa memudahkan masyarakat mengambil kesimpulan tentang kinerja penegakan hukum pemerintahan Jokowi.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Muhammad Ridwan
Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini