JawaPos Radar | Iklan Jitu

Terkait Kasus Penganiayaan Pegawai KPK

Manajemen Hotel Borobudur Klaim Akan Kooperatif

12 Februari 2019, 18:04:40 WIB
Penganiayaan
Ilustrasi: Penganiayaan (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pihak Hotel Borobudur angkat bicara soal insiden dugaan penganiayaan kepada dua pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. Marketing Communication Manager Hotel Borobudur Rizki Permata Sari menyatakan, akan kooperatif dalam pemeriksaan pihak berwajib terkait insiden tersebut.

"Kami pihak hotel terus mendukung KPK dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan," kata Rizki dalam keterangan tertulis, Selasa (12/2).

Rizki menceritakan, saat insiden berlangsung, petugas keamanan Hotel Borobudur katanya sudah melakukan upaya peleraian sesuai standar operasional pengamanan hotel. Bahkan, pihak hotel telah menyerahkan Digital Video Recording (DVR) sesuai permintaan penyidik Polda Metro Jaya.

"Seluruh petugas keamanan kami Hotel Borobudur, dinyatakan sudah diperiksa dan memberi keterangan oleh pihak Polda Metro Jaya," ujarnya.

Oleh karena itu, Rizki membantah tudingan Hotel Borobudur yang terkesan tidak memberikan keterangan secara detail mengenai penganiayaan dua pegawai KPK. Sebaliknya, pihak hotel justru sangat terbuka dalam kasus dugaan penganiayaan yang menimpa pegawai KPK.

"Dugaan terlontar bisa ditanyakan langsung ke Polda Metro Jaya. Kami sangat kooperatif dan transparan untuk memberikan bukti dan informasi yang dibutuhkan," tandasnya.

Sebelumnya, dua anggota KPK menjadi korban penganiayaan. Keduanya yakni, Tim Biro Hukum KPK Indra Mantong Batti dan penyelidik KPK Muhamad Gilang Wicaksono menjadi korban saat bertugas pendalaman informasi di Hotel Borobudur.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya didekati sejumlah orang yang kemudian membawanya ke satu tempat di hotel tersebut, untuk bertanya beberapa hal. Mereka sampai harus menyatakan pengakuan sebagai tim dari KPK, namun penganiayaan dan pemukulan tetap dilakukan.

Akibat penganiayaan tersebut, dua pegawai KPK mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit dan harus menjalani operasi karena ada retak pada hidung dan luka sobekan pada wajah.

Saat ini, kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan. Pihak kepolisian sudah memeriksa visum korban penganiayaan. Dalam laporan, pihak terlapor yang masih dalam lidik itu dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 211 KUHP dan atau Pasal 212 KUHP.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Muhammad Ridwan

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up