JawaPos Radar | Iklan Jitu

Proyek PLTU Riau-1 Belum Terlaksana

Sofyan Basir Sebut Johannes Kotjo Sempat Minta Proyek PLTU Riau-2

12 Februari 2019, 15:29:45 WIB
Sofyan Basir
Dirut PLN Sofyan Basir dan Direktur Pengadaan Strategis PLN Supangkat Iwan Santoso bersaksi di persidangan kasus suap PLTU Riau-1 di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (12/2) (Ridwan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir menyatakan, bos Blackgold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo selain ingin menggarap proyek PLTU Riau-1, tapi juga ingin dapat menggarap proyek PLTU Riau-2. Padahal pembahasan proyek PLTU Riau-1 belum selesai.

Permintaan itu, kata Sofyan, ketika Kotjo dan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Saragih berkujunjung ke rumahnya.

"Kotjo minta proyek PLTU Riau-2 saat itu, padahal pembahasan proyek PLTU Riau-1 saja belum selesai," kata Sofyan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (12/2).

Mendengar pernyataan Kotjo, Sofyan mengaku kesal karena saat pertemuan itu, pembahasan proyek PLTU Riau-1 belum selesai. Namun Kotjo sudah ingin menggarap proyek pembangkit listrik lainnya.

"Jangan mimpi fokus dulu Riau-1 selesaikan," ucap Sofyan menirukan ucapannya kepada Kotjo.

Oleh karenanya, Sofyan merasa kaget karena Kotjo datang ke rumahnya langsung membahas ingin mendapat proyek PLTU Riau-2. "Seingat saya pak Kotjo langsung Riau-2, saya juga kaget," tandasnya.

Untuk diketahui, Johannes Budi Sutrisno Kotko telah divonis dalam perkara suap PLTU Riau-1. Dia divonis penjara 2 tahun dan 8 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Kotjo dinilai terbukti bersalah dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1.

Namun, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Kotjo menjadi 4,5 tahun penjara dengan denda Rp250 juta subsidair enam bulan kurungan. Selain itu, Eni Saragih juga telah disidangkan dalam kasus ini.

Dalam perkara ini, Idrus Marham didakwa menerima suap senilai Rp 2,250 miliar terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1. Uang tersebut diberikan oleh pengusaha sekaligus salah satu pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Idrus dinilai berperan atas pemberian uang dari Kotjo yang diduga digunakan untuk membiayai musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar pada 2017.

Selain itu, Idrus juga disebut meminta agar Kotjo membantu pendanaan suami Eni Saragih, Muhammad Al Khadzik saat mengikuti pemilihan kepala daerah Temanggung.

Idrus didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Muhammad Ridwan

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up