JawaPos Radar | Iklan Jitu

OTT Bupati Pakpak Bharat

Meski Orang Demokrat, Remigo Pernah Deklarasi Dukung Jokowi - Ma'ruf

18 November 2018, 16:22:53 WIB
Abdul Kadir Karding
Wakil Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, masalah hukum yang melilit Remigo tidak ada kaitannya dengan capres-cawapres nomor urut 01 (Fredrik/Jawa pos.com)
Share this

JawaPos.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin angkat bicara soal operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjaring Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu. Pasalnya, kepala daerah dari partai Demokrat itu sempat mendeklarasikan untuk mendukung petahana beberapa waktu lalu.

Wakil Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, masalah hukum yang melilit Remigo tidak ada kaitannya dengan capres-cawapres nomor urut 01 sekalipun yang bersangkutan pernah deklarasi untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf. 

"Urusan OTT itu urusan perbuatan pribadi yang saya kira  tidak bisa dikaitkan dengan tim kampanye daerah atau tim kampanye nasional," kata Karding saat dikonfirmasi, Minggu (18/11).

Menurut Karding, presiden Jokowi tidak akan pernah membela orang yang sudah jelas melawan hukum, lebih-lebih masalah korupsi, sekalipun orang tersebut pendukungnya di Pilpres 2019 mendatang. 

"Pak Jokowi selama ini justru sangat tegas dalam urusan hukum bahwa siapapun yang kena masalah hukum atau tertangkap maka tentu tidak akan mendapatkan pembelaan dari Pak Jokowi," paparnya.

Sekedar informasi, Remigo merupakan salah satu Bupati berasal dari partai Demokrat, dia secara terang-terangan deklarasi mendung pasangan Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019 mendatang.

Sebelumnya diberitakan, KPK melakukan operas senyap di Medan dan Jakarta pada dini hari tadi. Tim antirasuah itu mengamankan enam orang termasuk Bupati Pakpak Bharat, Remigo dan Kepala Dinas setempat.

Remigo ditangkap karena diduga menerima uang suap terkait proyek pada Dinas PUPR. Hingga kini, Remigo masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim penyidik di gedung KPK.

 

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : (rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini