JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bupati Pakpak Bharat Jadi Kepala Daerah Ke-104 yang Jadi Pasien 'KPK'

19 November 2018, 08:30:59 WIB
Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando
Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu menjadi kepala daerah ke-104 yang di-OTT KPK. Dia diduga menerima uang yang diduga bagian dari suap atas fee proyek. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pakpak Bharat, Sumut, Remigo Yolando Berutu kemarin (18/11). Kasusnya terkait penerimaan fee pelaksanaan proyek. Remigo yang menjadi kepala daerah ke-104 yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK diduga menerima Rp 150 juta.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, dalam OTT ke-27 sepanjang tahun ini tersebut, pihaknya menetapkan tiga tersangka. Selain Remigo, ada Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) David Anderson Karosekali dan Hendriko Sembiring (pihak swasta rekanan proyek). Ketiganya disangka sebagai penerima suap.

Agus menjelaskan, uang fee Rp 150 juta yang menjadi barang bukti diduga berasal dari mitra yang sedang mengerjakan proyek di lingkungan kabupaten yang diresmikan pada 2003 tersebut. "Diduga RYB (Remigo) menerima pemberian-pemberian lainnya melalui perantara," ungkap Agus.

Ketua KPK Agus Rahardjo
Ketua KPK Agus Rahardjo saat menunjukkan barang bukti OTT bupati Pakpak Bharat, Sumut. (Issak Ramdhani/JawaPos.com)

KPK mengendus duit fee lain yang diterima Remigo melalui orang dekatnya sebelum OTT kemarin. Totalnya Rp 550 juta. Perinciannya, Jumat (16/11) sebesar Rp 150 juta dan Sabtu (17/11) sebesar Rp 250 juta serta Rp 150 juta.

Yang menarik, uang itu diduga digunakan untuk kepentingan pribadi bupati. Salah satunya untuk "mengamankan" kasus yang melibatkan istri bupati, Made Tirta Kusuma Dewi, yang saat ini sedang ditangani penegak hukum di Medan. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (tyo/c10/agm)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini