JawaPos Radar | Iklan Jitu

OTT Bupati Pakpak Bharat

Anak Buah SBY jadi Tersangka Korupsi, Demokrat Langsung Pecat

20 November 2018, 13:41:46 WIB
Anak Buah SBY jadi Tersangka Korupsi, Demokrat Langsung Pecat
Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda saat tiba di gedung di KPK. Kader Demokrat itu diduga terima suap Rp 550 juta. (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Partai Demokrat rupanya telah melakukan pemecatan terhadap Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan, pihaknya telah melakukan pemecatan terhadap Remigo, setelah KPK menjadikan yang bersangkutan sebagai tersangka korupsi.

"Begitu KPK bilang tersangka, sama dengan sikap Demokrat tak berubah, langsung kami pecat dan kami ganti. Jadi, enggak ada ampun," ujar Hinca saat dihubungi, Selasa (20/11).

Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, Partai Demokrat komitmen terhadap upaya pemberantasan korupsi. Partai Demokrat tegas, apabila ada kader yang tersangkut dan dijadikan tersangka oleh KPK, maka segera dilakukan pemecatan.

"Kalau di Demokrat soal korupsi begitu kena tersangka mau tahun pemilu, bukan tahun pemilu sama saja," tegasnya.

Hinca menambahkan, tidak ada ampun bagi kader Partai Demokrat yang melakukan korupsi, yang jelas-jelas merugikan negara. "Dua-duanya (dipecat dari DPC atau keanggotaan kader Demokrat)," pungkasnya.

Sebelumnya, Remigo menjadi kepala daerah ke-104 yang dicokok KPK. Remigo terkena OTT dan menjadi tersangka karena menerima Rp150 juta untuk suap fee proyek PUPR.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, dalam OTT ke-27 sepanjang tahun ini tersebut, pihaknya menetapkan tiga tersangka. Selain Remigo, ada Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) David Anderson Karosekali dan Hendriko Sembiring (pihak swasta rekanan proyek). Ketiganya disangka sebagai penerima suap.

KPK mengendus duit fee lain yang diterima Remigo melalui orang dekatnya sebelum OTT kemarin. Totalnya Rp 550 juta. Perinciannya, Jumat (16/11) sebesar Rp 150 juta dan Sabtu (17/11) sebesar Rp 250 juta serta Rp 150 juta.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : (gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini