JawaPos Radar | Iklan Jitu

Mendagri Sebut Pilkada DKI Jadi Pemicu Rendahnya Toleran di Jakarta

07 Desember 2018, 20:12:07 WIB | Editor: Ilham Safutra
Mendagri Sebut Pilkada DKI Jadi Pemicu Rendahnya Toleran di Jakarta
Setara Institute menyatakan Jakarta sebagai kota toleran tiga terendah di Indonesia. (Dery Ridwansah/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Hasil survei Setara Institute tentang Indeks Kota Toleran (IKT) menyatakan DKI Jakarta sebagai kota toleran terendah ketiga. Tepatnya pada posisi 92.

Angka itu berdasar kajian dan indeksing 94 kota di Indonesia. Pada pemeringkatannya, Singkawang (Kalimantan Barat) dinyatakan sebagai kota paling toleran.

Hasil kajian tersebut pun mendapat respons dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Menurutnya, penilaian terhadap Jakarta itu merupakan hal yang wajar, mengingat Jakarta tersebut merupakan kota yang majemuk. Masyarakatnya beragam. Berasal dari berbagai daerah di tanah air.

Mendagri Sebut Pilkada DKI Jadi Pemicu Rendahnya Toleran di Jakarta
Mendagri Tjahjo Kumolo (Issak Ramdhani/JawaPos.com)

"Sebenarnya Jakarta adalah kota yang sangat majemuk. Semua ada. Jakarta itu semua warga negara Indonesia punya hak untuk tinggal (dan) datang," ujarnya usai memberikan penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT) 2018 di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Jumat (7/12).

Lebih jauh Tjahjo berpendapat, pendahnya sikap toleran di ibu kota negara ini juga tak lepas dari peristiwa intoleransi yang terjadi saat Pilkada DKI 2017 lalu. Ketika itu kedua kubu peserta pilkada begitu memanas. Bahkan sempat menggoreng isu keagamaan.

"Bayangkan waktu kemarin (Pilkada) sesama tetangga bisa nggak kompak. Apalagi bicara masalah agama, etnis suku golongan. Sedih sekali itu. Mari kita semakin dewasa jangan sampai urusan kepala daerah, wali kota, bupati, SKPD, pendekatannya yang justru akan memecah belah persatuan dan kesatuan,” tutur Tjahjo yang sangat menyayangkan kondisi Jakarta pada Pilkada 2017 lalu.

Kata politikus PDIP itu, kunci dari toleransi di sebuah kota adalah prestasi, loyalitas, dan kesetaraan. Dirinya mengibaratkan setiap orang harus memandang bangsa Indonesia adalah satu kesatuan.

“Jangan hanya karena kemarin beda pendapat dalam memilih gubernur menjadi seperti ini. Mari event lima tahun jangan sampai memecah belah,” tandas mantan Sekjen PDIP itu.

Diketahui pada berita sebelumnya disebutkan bahwa Singkawang menjadi kota paling toleran. Kondisi itu berbanding terbalik dengan Jakarta yang kondisinya terpuruk pada posisi ketiga terbawah. Jakarta berada di nomor urut 92 di atas Banda Aceh dan di bawah Cilegon.

Berikut 10 kota toleransi terendah versi Setara Institute beserta perolehan skornya:

85. Sabang, 3.757
86. Medan, 3.710
87. Makassar, 3.637
88. Bogor, 3.533
89. Depok, 3.490
90. Padang, 3.450
91. Cilegon, 3.420
92. Jakarta, 2.880
93. Banda Aceh, 2.830
94. Tanjung Balai, 2.817

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up