JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bawa 12 Kru, Kapal MT Namse Bangdzhod Hilang Kontak 12 Hari

08 Januari 2019, 10:10:59 WIB
Bawa 12 Kru, Kapal MT Namse Bangdzhod Hilang Kontak 12 Hari
Ilustrasi (pixabay)
Share this

JawaPos.com - Kapal-kapal pencari telah dikerahkan. Berita sudah pula disebarkan agar siapa pun yang melihat segera melapor. Tapi, bahtera pengangkut sawit mentah itu belum juga ditemukan.

Jika sampai hari ini belum ditemukan, berarti sudah 12 hari kapal MT Namse Bangdzhod hilang kontak. Seharusnya kapal yang membawa muatan sawit mentah alias crude palm oil (CPO) itu tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 31 Desember 2018. Setelah berangkat dari Pelabuhan Bagendang, Sampit, Kalimantan Tengah, pada Kamis, empat hari sebelumnya (27/12/2018).

Kapal yang dioperasikan PT Surabaya Shipping Lines itu dinakhodai Muhammad Asdar Wijaya. Dan, memiliki 11 anak buah kapal. MT Namse Bangdzhod hilang kontak sehari pasca keberangkatan.

"Posisi terakhir te-record di perairan ujung Karawang arah Tanjung Priok dari Sampit," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit Thomas Chandra saat dihubungi kemarin.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Junaidi mengatakan, pihaknya telah mengerahkan kapal patroli KNP 348. Kapal tersebut menyisir dari Tanjung Karawang Bekasi sampai dengan Marunda hingga ke Buoy Timur area labuh jangkar pelabuhan Tanjung Priok. "Namun, belum ditemukan keberadaan kapal tersebut," ujar Junaidi kemarin.

Selain KNP 348, Junaidi menambahkan, kapal patroli KNP Alugara P.114 juga telah menyisir dari Selat Bangka hingga Kepulauan Seribu. Penyisiran dilanjutkan sampai dengan tempat sandar kapal milik PT Ekanuri di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Kapal-kapal patroli PLP Tanjung Priok sudah meminta bantuan Disnav Tanjung Priok dan Semarang untuk ikut memantau gerak kapal dimaksud melalui vessel traffic services (VTS) dan stasiun radio pantai (SROP) sepanjang pantai utara Pulau Jawa," paparnya.

Selain kapal milik KPLP, rigid inflatable boat (RIB) milik SAR juga menyisir. Dari Muara Angke sampai area labuh jangkar Buoy Barat.

Pemilik kapal sejauh ini sudah melapor ke Basarnas. "VTS Tanjung Priok juga sudah memancarkan berita distress agar kapal-kapal yang sedang berlayar di sekitar rute pelayaran kapal tersebut juga ikut mencari. Dan, segera melaporkan ke kami bila ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal tersebut," tutur Junaidi.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Letkol Laut (P) Agung Nugroho menyampaikan bahwa instansinya juga turut dalam pencarian MT Namse Bangdzhod yang dikabarkan hilang di wilayah perairan Jawa. "Pangkoarmada I telah mengerahkan dan memerintahkan unsur KRI dari Koarmada I," terang pria yang akrab dipanggil Agung itu.

Tidak kurang dua KRI dikirim untuk membantu pencarian kapal tersebut. Yaitu, KRI Usman-Harun 359 dan KRI Sikuda 863.

Berdasar data miliki Dispen Koarmada I, pengerahan KRI Usman-Harun maupun Sikuada dilaksanakan sejak Kamis pekan lalu (3/1). "Sesuai surat pemberitahuan dari pemilik kapal," terang Agung.

Kedua kapal tersebut bekerja sama dengan petugas yang dikerahkan oleh Kemenhub dan Basarnas. Agung memastikan, perkembangan pencarian kapal tanker itu bakal disampaikan lebih lanjut. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (syn/lyn/c10/ttg)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up