JawaPos Radar | Iklan Jitu

Angka Harapan Hidup Indonesia

Menteri Kesehatan: Laki-laki Umurnya Lebih Pendek

10 Januari 2019, 18:56:43 WIB
Menteri Kesehatan: Laki-laki Umurnya Lebih Pendek
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Kualitas hidup masyarakat Indonesia tercatat meningkat sejak 2013. Berdasar data riset kesehatan dasar (riskesdas), angka harapan hidup yang sebelumnya 70,4 kini melesat hingga 71,06 dalam kurun waktu empat tahun.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek menuturkan, indeks tersebut membuktikan bahwa kualitas hidup semakin baik. Dengan demikian, usia warga Indonesia semakin panjang. Menurutnya, dari data tersebut usia laki-laki yang lebih pendek daripada perempuan. Angka harapan hidup bagi perempuan sendiri umumnya mencapai 72.

"Biasanya perempuan lebih tinggi umurnya. Kalau laki-laki umurnya lebih pendek. Perempuan 72-an (tahun) lebih kalau nggak salah. Saya selalu mengatakan, laki-laki hidupnya lebih pendek,” ujar Nila saat menggelar konferensi pers capaian tahun 2018 di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (10/1).

Angka tersebut sudah masuk kategori tertinggi meski belum bisa menyetarai Jepang dengan indeks sekitar 80. Oleh karena itu, dia berharap agar masyarakat, baik anak maupun orang tua, bisa lebih mengutamakan gaya hidup sehat.

"Dalam hal ini tentu kita juga menginginkan bukan saja anak-anak yang sehat, tapi juga orang tua harus sehat. Kita perlu juga usia panjang tapi usia yang sehat,” tegasnya.

Sementara itu, indeks pembangunan manusia Indonesia empat tahun terakhir juga meningkat hingga angka 70,81. Nila berharap warga Indonesia hidupnya lebih berkualitas dan lebih kuat lagi untuk menghadapi persaingan global.

“Negara ini harus kita jaga untuk jadi negara yang kuat. Kita bisa lihat persaingan di global begitu kuatnya. Negara yang dulu maju sekarang menjadi turun dan banyak faktor dan penyebabnya,” paparnya.

Selama ini sebagai upaya pembangunan kesehatan, Kemenkes fokus dalam peningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dengan beberapa program. Di antaranya, peningkatan kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, dan kesehatan reproduksi.

Selain itu, percepatan penurunan stunting, penguatan gerakan masyarakat hidup sehat dan pengendalian penyakit, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, serta pemantapan penyelenggaraan JKN-KIS.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : Yesika Dinta
Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up