JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pohon-pohon Pantai Seperti Ini Perlambat Laju Hantaman Tsunami

12 Januari 2019, 23:50:59 WIB
Pohon-pohon Pantai Seperti Ini Perlambat Laju Hantaman Tsunami
Presiden Joko Widodo menyalami Letjen Doni Monardo di Istana Negara, Rabu (9/1). Doni resmi menjadi Kepala BNPB menggantikan Willem Rampangilei. (Fathra/JPNN/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengatakan, hutan pantai menjadi salah satu upaya mitigasi dalam mengurangi risiko bahaya tsunami di masa depan. Hutan pantai bermanfaat bagi masyarakat yang berada di sepanjang pantai yang termasuk dalam zona merah bahaya gempa bumi dan tsunami.

Dia juga memberikan contoh beberapa jenis pohon yang dapat ditemui di beberapa tempat dan berfungsi sebagai penahan alami dari hantaman tsunami.

"Beberapa jenis pohon dapat ditanam dan cocok di pinggir pantai seperti pohon pule, ketapang, mahoni, waru, beringin dan kelapa," ucapnya pada awak media, Sabtu (12/1).

Lebih lanjut Doni mengatakan, kawasan di zona merah Selat Sunda sudah harus mempersiapkan diri dari sekarang yaitu dengan penanaman pohon. Pohon-pohon itu akan menjadi kokoh sehingga bisa mengurangi hantaman tsunami, mungkin 10 tahun, 20 tahun, atau 30 tahun yang akan datang.

"Jadi, masyarakat dapat terlindungi dan korban seminim mungkin,” ujarnya.

Doni meminta pemerintah kabupaten dan dinas setempat untuk mempersiapkan penanaman pohon ini. "Kami minta Bupati untuk menyusun rencana dan mengajukan ke BNPB. Kebutuhan apa yang dapat kami usulkan nanti ke Kementerian Keuangan," tukasnya.

Sementara itu, Abdul Muhari, pakar tsunami dari Kementerian Kelautan dan Perikanan menyampaikan, hutan pantai ini dapat mengurangi laju energi tsunami dan menahan koral besar.

Abdul mengatakan, karakter tsunami di kawasan ini membawa koral hingga 10 ton ke darat. Oleh karena itu, pohon-pohon dengan diameter besar dapat menahan laju koral tersebut.

Sebelumnya, tsunami yang dipicu longsor bawah laut pada 22 Desember 2018 menerjang tidak hanya wilayah pesisir pantai di Kabupaten Pandeglang tetapi juga kawasan di Kabupaten Serang , Banten dan beberapa kawasan pesisir di kabupaten lain di Provinsi Lampung. Tsunami tersebut mengakibatkan 437 jiwa meninggal dunia dan 1.495 jiwa luka-luka.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Intan Piliang

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini